Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2015

Selamat Ulang Tahun Bunda :D

Dahulu sekali, ketika adikku lahir ke dunia - saat itu aku masih balita. Seseorang yang entah siapa bertanya kepadaku, "dulu muti juga jadi ade bayi lho, muti inget gk?". Aku menggelengkan kepala, sambil menatap adikku yang tengah menangis di atas kasur. Aku merasa takjub dan memikirkan bahwa dulu ternyata aku pernah menjadi bayi, tidak punya kekuatan dan sering menangis seperti adikku. Usiaku saat itu sekitar 4 atau 5 tahun. Hari itu aku berpikir, bagaimana aku bisa ada di dunia ini?. Kenapa aku sama sekali tidak ingat bagaimana aku bayi? Kenapa tiba-tiba aku sudah besar (maksudnya udah balita). Pikiranku saat itu mengatakan, melupakan sejarah adalah sebuah kesalahan. #ahaaa lebay bingiiit. Sederhananya, aku beranggapan bahwa sangat disayangkan sekali melupakan apa yang terjadi dalam hidup. Alhasil mulai saat itu aku berniat tidak melupakan hal-hal yang aku anggap penting (Ampuun dah). Seperti membeli anak ayam warna-warni, tragedi petasan yang di rendam di ember sama mama, ke jebur di selokan, atau pergi beramai-ramai melihat kuburan yang mengeluarkan asap. Wah kalau di ceritakan tentu akan panjang sekali. Maka dewasa ini aku paham, bahwa saat itu adalah masa ke emasan (golden age). Masa yang tak pernah lelah untuk mencari tahu dan ingin mencoba. Lambat laun, aku mulai memahami tentang arti kelahiran, tentang usia, tentang kelemahan manusia yaitu "lupa".

Dalam dimensi waktu, aku tidak pernah merayakan hari lahir. Mama dan papa hanya mendoakan dan itu cukup, tapi teman-teman kecilku merayakan hari lahir mereka - itu membuat muti kecil merasa iri (ada ada ajja). Maka ketika aku ulang tahun, diam-diam aku jajan donat atau roti (baca:kue bolu) dan tak lupa aku pasang lilin putih besar yang sering digunakan kalau mati lampu. #bahagia itu sederhana bukan?. Meskipun begitu, mama dan papah bukan tidak bisa merayakannya dengan pesta. Tapi mungkin tidak ingin membiasakan dan menjadikan itu sebagai keharusan. Ya, keharusan seperti ada kue, lilin, make a wish, lagu Happy Birthday, dan kado di hari kelahiran. (ini asal usulnya darimana ya?)

Kini saat aku mengajar, aku tahu bagaimana keinginan mereka (murid-muridku) merayakan ulang tahunnya di sekolah. Lucunya lagi, januari lalu kami para guru tidak pernah sepi dari ulang tahun selama tiga hari berturut-turut. Bukan karena hari lahir mereka yang berdekatan, tetapi karena mereka sangat ingin merayakannya. Namun ada yang berbeda di bulan febuari tahun 2015 ini, kemarin sepulang sekolah beberapa orang tua murid ingin bertemu denganku dan bunda neng. “Selamat ulang tahun bunda muti, selamat ulang tahun bunda neng” sambil menyerahkan kue dan kado. Bunda neng celingak-celinguk sambil senyum-senyum karena miladnya udah ke lewat 8 hari. Sedangkan aku tersenyum sambil muhasabah *ini bukan lebay*. Lebih tepatnya nostalgia, karena smp dulu mut pernah nyembunyiin sepatu wali kelas dengan alasan “ulang tahun”. (Tobat daaah...)


Tidak ada alasan apapun kenapa aku membagi cerita ini, hanya saja kejadian ini mengandung hikmah bahwa hidup membuat kita banyak belajar. 

Pembelajaran pertama, saat anak menjadi RAJA atau usia (0-7) perbanyaklah pertanyaan yang menimbulkan rasa ingin tahunya. Sebagian besar dari kita justru terlalu banyak menjelaskan apa yang anak tanyakan, meskipun itu memang bukan kesaLahan. Cobalah memberikan banyak pertanyaan terhadap hal-hal yang belum ia tahu. Melalui pertanyaan, otaknya justru akan terstimulasi untuk berpikir dan mencari tahu. Contohnya : “kenapa ya daun berwarna hijau?”, “apa semua daun warnanya hijau?”, “tapi daun ini kok warnanya coklat”, sambil memegag daun kering. Dari pertanyaan tersebut tentu saja akan banyak pertanyaan lain dalam benaknya. Kemungkinan besar ia akan bertanya kepada orang terdekat, mengamati, atau mungkin googling. 

Pembelajaran kedua dari cerita ini, ulang tahun adalah salah satu cara mengenakan konsep waktu terhadap anak. Anak usia dini pada umumnya masih kebingungan dengan kata kemarin dan besok. Baginya semua waktu adalah sama yaitu “sekarang”, itulah yang membuat anak-anak tidak suka menunggu. Maka mengenalkan hari lahir adalah moment mengenalkan hitungan tahun untuknya, dengan pengertian bahwa ulang tahun tidak harus selalu dirayakan. 

Pembelajaran ketiga, menjadi pendidik bukanlah perkara mudah. Salah atau asal-asalan mendidik akan berakibat dikemudian hari, dampaknya bisa mempengaruhi pola pikir, karakter, akhlak dan psikologis anak. Oleh sebab itu, guru harus menjadi sahabat sejati orangtua agar pendidikan di rumah dan di sekolah sejalan. Dari cerita di atas, dengan posisi saya sebagai guru. Sungguh saya terharu plus seneng banget, bukan karena hadiah/kue dihari ulang tahun. Tapi karena apresiasi orangtua yang baik, yang sungguh menghargai meskipun saya sebagai guru tentunya memiliki banyak sekali kekurangan.

Rabu, 05 November 2014

Kado Milad Untuk Erma

kau telah aku catat
sebagai wanita akhir zaman
yang hidup bagai kupu-kupu
melebarkan sayapnya
bermetamorfosis

cukup !!

jangan harap
seikat pujian aku kirim
bersama barisan kata
jangan kau pikir
sebait syair ini membiusmu
menerbangkan rasa
menusuk keakuan diri

jujurlah sobat !!
kau bukan seperti apa yang aku lihat, bukan?
tidak selalu seperti apa yang mereka dengar
tidak selamanya seperti apa yang mereka katakan

aku mengamati
aku merasakan 
aku mencoba memahami

lihat senyum ikhlasmu
yang bagiku seperti pilu
menahan tangis
mengubur luka

bukankah amanah bagimu pelipur lara?
mencoba banyak hal
mengukur diri dengan kesibukan
nyatanya kau gamang
tapi Tuhan selalu baik pada mu
menguatkan, mengokohkan
meluruskan jika berbelok
sedikit mencubitmu kala kau lupa
mereka bilang kau aktifis kampus
mereka taunya kau akhwat militan
kader dakwah, konsultan organisasi
banggakah kau dengan labelmu?

tapi aku tak peduli
dengan apa yang mereka kata
karena mata mu selalu jujur
ia berbisik padaku
aku hanya wanita sederhana
yang berproses menjadi wanita seutuhnya
sobat, kau guru politik bagiku
alaram kebaikan
kawan diskusi
teman bermain
pun objek jahil dan nakalku

sobat...
apakah aku ini saudaramu?

jika pundak tak kuasa memikul beban
mengapa kau selalu bungkam?
berbohong pada dunia baik-baik saja
teganya kau,
menjadikanku saudara
yang tidak berguna
tidak berperasaan

Ah, aku lupa...
mungkin kau si batu karang laut
yang tegar di terjang ombak
yang pantang pulang
meski hujan
walau panas
tak apa...
bagimu mungkin aku hanya angin laut
yang tak banyak membantu

sobat, aku titip satu hal
tentang orangtua mu
muliakanlah mereka sebelum kesibukanmu
sebelum kau benar-benar sibuk
sebelum karir menutup telingamu
sebelum waktu memisahkanmu
sebelum Tuhan memaksamu ikhlas
membelajarkanmu makna kehilangan

untukmu kurangkai kata,
terimakasih...
untuk ratusan kebaikan yang belum terbalas
untuk puluhan nasihat yang belum aku amalkan

kini, ribuan maaf ku kirim
untuk ego dan akhlak yang masih berantakan
untuk lisan yang tak terjaga dan melukai 

semoga ukhuwah...
mempertemukan kita di surgaNya
tanpa perseteruan
tanpa amarah dan saling menjatuhkan
uhibbuki fillah

----------------------------------------------
My Little Home,
dan rampung di tulis @office ruang kreatif aksara 
5 November 2014, 10.35 AM


Minggu, 20 April 2014

Penjahat Ulung

Lihatlah penjahat
kau berhasil...
membuat orang bertanya-tanya
membuat orang menduga-duga
membuat orang kepo

Lihatlah penjahat
kau sukses
membuat orang tidak takut
untuk bermimpi
untuk belajar
untuk mencoba

Penjahat !!
lihatlah, kau dan semua ulah mu
membakar ragu
membuat iri
membungkus cemburu
mendeskripsikan mimpi menjadi nyata

Hey kau, penjahat ulung !!
berani-berani nya membuat nenek menangis
berani-berani nya membuat haru
berani-berani nya membuat mata berkaca

lihatlah semua ulah mu
tersenyum pada mereka yang masih ragu
lihatlah semua kelakuan mu
menjadi buah bibir dan artis untuk sementara waktu

Ah kau, dasar penjahat ulung !!
sampai bertemu di dimensi waktu
antara kau, aku,
kita, dan mimpi-mimpi kita
menuju pribadi berkualitas



*ide tulisan ini di temukan di jakardah perjalanan menuju bandara soekarno hatta Sabtu, 19 April 2014 sekitar pukul 02.30 pm. Ditemani dua kawand seperjuangan, "let's be great women, d'atangs !! ".

Rabu, 26 Maret 2014

mati lampu -_-

gelap, sore ini semua aliran listrik di kampungku padam. dan aku tiba-tiba teringat mama. dulu saat mati lampu, aq berteriak dan segera mencari mama. rasanya sedikit tegang karena itu kondisinya malam hari, dan hujan begitu lebatnya.Aku dan adiku tentunya mencari perlindungan, saling berpegangan dan mencari mama di setiap sudut ruang. Ketika kami berteriak maaaa dengan suara ketakutan. Mama hanya berkata "yaa" sambil membawa lilin ke tengah ruangan. diruang tengah kami berkumpul, sedikit bermain bayangan dari pantulan sinar lilin. Mama senang memacakan sholawat, baik hujan atau ketika aku sedang rewel karena sakit. mama selalu membacanya hingga ku terlelap. Kangen mama :)

Untuk Angin

Beberapa hari dipekan ini, aku melewati jalan yang sama, penuh history membuat aku masuk dalam ruang waktu yang sebenarnya ingin aku hapus. Berjalan dengan semua asa yang aku punya, bahkan aku hafal detail sudut jalan, pertokoan dan perumahan di area ini, semua karena terlalu seringnya aku mondar-mandir untuk penelitian. Tapi ini menyakitkan, karena sejarah silam itu bagiku telah terkubur bersama putaran waktu. Haruskah aku menggali semua, membuka kembali lembaran album yang nyatanya telah berdebu?. Itu akan membuatku sesak.

Angin, aku ingin berbicara suatu hal padamu. Tentang keributan di senja hari, tentang celotehan tak berujung yang membuat engkau selalu mengalah - apa, mengalah?. Ah bagiku bukan mengalah, kau justru membuat semuanya menggantung diatas langit. Beterbangan. Bahkan bagiku kau selalu berpura-pura tak peduli, bagiku ka selalu berpura-pura tak tahu. Bukankah terkadang itu menyebalkan?. Kau tak pernah tau, bahwa aku adalah seseorang yang pandai menyimpan sejarah, menyimpannya dalam museum. Tapi kenyataannya, kau tak bisa aku simpan dengan mudahnya di museum. Ruang kecil berbingkai itu, tak cukup membuatmu masuk untuk aku museumkan-kau terlalu bebas berkeliaran. Nyatanya Tuhan ingin kita berdamai, menikmati hidup dengan berjalanya waktu. Tapi aku tidak mau mengerti untuk hal ini, berkawan dengan angin liar sepertimu terkadang menciptakan angin panas yang bisa membuatku gerah. Ya, karena bagimu mudah saja, pergi menjadi angin spoy dan berusaha tak peduli atau menjadi puting beliung meluluh lantakan semua.

Angin, aku tak mengerti. Apakah ini pembenaran diri atau sebenarnya diriku telah terjebak oleh tipuan, seperti tipuan bias dalam pelangi. Bisakah kau ceritakan dan jelaskan kepadaku tentang semua ini, pemahaman baru tentang cara berdamai terbaik. Aku pikir kau memiliki pengalaman hebat yang bisa kau bagikan untuk ku, tentang mengingat untuk melupakan. Atau mungkin kau tak pernah mempunyai kamus tentang dua hal itu? Karena aku menganggap semua ini adalah sebuah analogi :

Aku dan kau bertemu bukan secara kebetulan, dipertemukan bukan karena ketidak sengajaan. Seperti gerhana, yang membuat matahari dan bulan lurus sejajar bersamaan, meski tidak untuk selamanya (mutia azahra, 2013)

Maka Angin, biarkanlah aku luruh seperti daun yang jatuh. Meminta maaf padamu dan alam yang lebih tahu tentang kita, tentang semua hal yang bagiku tak perlu penjelasan. Tentang aku yang selalu marah, menyalahkan, menydutkan, membuatmu merasa tak nyaman. Atau mungkin aku saja yang terlampau membuat semua ini begitu rumit, ya aku saja yang membuat ini begitu kompleks. Aku terlalu ingin menutupi bahwa cermin yang retak itu baik-baik saja. Aku terlalu ingin meyakinkan mu bahwa diantara kita "just friend" and "enough". Nampaknya aku terlalu memaksakan, dan semua itu terkesan seperti memilukan. Aku tau, kau tidak ingin membuat dirimu menjadi beban untukku bukan? maka kau pergi dengan seluruh ego yang kau miliki. Kau benar-benar seperlunya, benar-benar tak peduli. Aku lega, meski sebenarnya aku tak mengerti apa yang aku inginkan.

Maka semua laku diriku tentang apa yang kau lihat selama ini adalah salah, aku takan mencari pembelaan. Biar saja kau yang menilai, tentang sudut pandangku akan seAbreg hal yang kau miliki. Kau cukup cerdas untuk mengenalku, dan untuk kali ini aku mengalah, aku mengalah padamu yang sabar mengikuti apa mauku, meski nyatanya bagiku kau terlalu keras kepala. Maka berhentilah untuk menerka apa yang aku pikirkan dan apa yang aku lakukan. Pura-pura tak tau, hingga akhirnya terbiasa dan akhirnya benar-benar tidak tahu.

Angin, bagiku catatan ini adalah kamus yang ingin kau baca ditahun lalu, tapi aku berusaha untuk tidak peduli. Mungkin kau menganggap aku terlalu hiperbola, membuat rumit hal yang sederhana. Tapi bagiku tidak demikian, ini adalah salah satu cara agar aku bisa berdamai dengan diriku. Taukah kau mengapa demikian, karena aku selalu berusaha agar waktu bisa menghapus semuanya. Memotong dengan paksa setiap bunga liar yang tumbuh-mengotori rumah. Cukup, semua ini karena aku selalu berusaha menghargai pemilik rumah yang sesungguhnya.

Jumat, 28 Oktober 2011

Adakah yang salah ?

Whuaaaa....
adakah yang salah ?!

Beberapa kejadian di pelatihan medis, PAB, baksos, bus bandung-pameumpeuk saung coklat. dan teriknya santolo. Membuat sedikit perubahan aneh dalam hidupku, dari asalnya gk peduli. Tiba-tiba ingin tau dan peduli tentangnya, meski terkadang orangnya memang terlihat menyebalkan. Ya, bagiku menyebalkan karena apapun yang aku lalukan ia hanya tersenyum. Entah meremehkan, menertawakan, atau apalah. Yang jelas nampak tersirat arti yang tak bisa aku definisikan dari senyumnya itu. Bagiku semua itu menyebalkan, tentu saja ! ketika aku panik dan kebingungan menangani maru yg hipotermia. Ia sempet2nya senyum2 gk jelas...

Nampak luar style nya ikhwan, tapi klo bersikap gk keliatan ikhwannya. Hmm...

Sebenernya emang gk penting ngebahas orang itu di blog. Tapi, semua itu ternyata gk bisa dilupain begitu aja, karena ternyata aku ketemu lagi sama orang itu untuk ke3 kalinya di acara baksos. Hmm, sempet kecewa karena harus berurusan ama org itu. Tapi ternyata, lagi2 semua itu menyimpan hal yang aneh.

Bus yg aku naiki kordinatornya adalah beliau bray, aku du2k paling belakang di kursi panjang. Sepanjang perjalanan aku dan 3 temanku gak bisa dieum, yang pasti kursi panjang yang kita duduki itu gak enak. Kami selalu terjatuh jika bus bulak-belok, alhasil mut duduk di tumpukan tas selama setengah perjalanan. Ketika sampai and turun dari bus, mut ngerasa, orang itu melihat dengan aneh. Entah karena sepanjang perjalanan kita berisik atau mungkin merasa aneh karena aku duduk di tumpukan tas..

Selama perjalanan & acara baksos itu, aku dan orang itu tak pernah bertegur sapa atau ngobrol sekalipun. Tapi rasanya lucu cerita diujung perjalananku ini. Ceritanya berakhir di saung coklat ketika beli oleh2 brodol (brownis do2l). Sekitar pukul 7 malam, bus yang kami tumpangi tiba2 berhenti beserta bus rombongan lainnya. Malam itu kami menyerbu sebuah toko oleh2, khas garut. Tanpa sengaja dan pikir panjang aku masuk ke toko tersebut bersama temanku. Namun beberapa cm dari arah berlawanan, aku merasakan ada seseorang yang memperhatikan. Refleks aku menengok dan upz 'kita bertemu mata'. Sebenernya tu anak gk ada kerjaan banget ngeliatin mulu, entah aku yg kepedean atau emang nyatanya seperti itu. Tapi semua terbukti, aku selalu hampir bertemu mata dengannya meski langsung aku membuang muka dan pura-pura tak melihat. Hmm, gaswat. Adakah yang salah?

Rabu, 26 Oktober 2011

Ada cerita, di birunya laut santolo

mesjid tempat beristirahat di garut

Sebenarnya aku ingin tertawa, karena sebelum'a tak pernah ada perencanaan ikut baksos ke garut bersama kawandku luthfiyah azizah. Namun tiba-tiba saja, jum'at 21 oktober lalu, aku ikut tekhnical meeting di salman ITB. Sempat kebingungan, karena aku bukanlah delegasi atau anggota dari organisasi manapun. Aku hanya "rakyat jelata", ikut-ikutan teman. Lucu sebenarnya, namun jauh dari semua itu. Aku mendapatkan pelajaran yang luarbiza bermanfaat untuk hidup ini yang rasanya flat2 aja.

Jadilah Bermanfaat, dan buatlah mereka tersenyum
.

Sahabat, dunia tak sesempit UPI. Ketika aku berada di luar kampus, hmm.. ruarbiaza aroma persahabatan, kekeluargaan, keilmuan, dan banyak hal yg tidak aku dapatkan di kampus. Bukan ingin mengangung-ngagungkan satupihak, bukan pula membanding-bandingkan. Karena jauh dari sekedar itu, aku mendapatkan manfaat dan hikmah dari semuanya.

Sungguh, dua hari tiga malam disantolo membuatku banyak berfikir tentang hidup. Tentang bersyukur atas nikmat sehat, tentang berbagi dan peduli terhadap sesama. Baksos yang aku ikuti diselenggarakan oleh beberapa organisasi kampus dan luar kampus. Yakni, vol-d
(bagian kesehatan), korsa (relawan), K-ped (gabungan mahasiswa peduli) dan ada 1 lagi tapi lupa *maaftidakdisebutkan-red.

Apoteker? Kader? (^_^)" hmm...

Bingung memang, bagaimana tidak. Mahasiswi di bidang pendidikan, tiba2 harus 180 derajat menangani bagian kesehatan.

Sabtu tanggal 22 oktober 2011 lalu, aku ditempatkan di desa miramareu-garut. Bersama beberapa teman lainnya, kami pergi ke desa itu dengan menggunakan mobil bak, dan truck. Akses jalan kesana cukup jauh, kami melewati perbukitan, sungai, kebun teh, sawah dan pohon2 seperti di film twilight hehe...

Disana sebenarnya tugasku sangat sederhana, mengkader ibu2 dan menjelaskan beberapa hal yang harus mereka lakukan ketika menolong korban istilahnya "pertolongan pertama pada orang sakit".

Namun jauh sebelum waktunya menjelas kan, ada beberpa hal yng ternyata harus aku lakukan. Semua itu diluar dugaan, aku jadi apoteker bow! itu benar2 amazing. Ya bagaimanapun latar belakang kuliahku bukan biologi, apoteker, ataupun dokter. I'm education people, dan yang lebih amazing lagi, yang aku terima langsung resep dokter. Ih wew, gak pernah terpikirkan sebelumnya bakalan ngotak-ngatik obat. But slow down aja sii, soalnya mut gk sendiri. Ada beberapa temen2 yg ahli dibidangnya ngebantuin mut, setidaknya hari itu, mut belajar banyak obat, and masuk-masukin obat. Ada antasida, vit.B compex and setumpuk obat2 lainya yang gak dihapal. hehe...

abis dari miramareu, mut ke pantai santolo lhooo... wah. pokonya asik deh. sampe males nulis and nyeritainnya... hmm..

Yang pasti, mut waktu itu jalan2 di laut bareng luthfiyah azizah, t'sari and t'anis
ini foto-foyonya..


Terimakasih semuanya, hingga aku merasakan indahnya berbagi kebahagiaan bersama mereka masyarakat garut....

Senin, 24 Oktober 2011

entah apa namanya

Dua pekan ini, ada hal LUARBIAZA yg aku dapatkan dalam hidup. Seperti tak pernah rasanya aku ingin melupakan hal yg sudah terlewat ini. Bahagia karena bermanfaat, indah karena terekam oleh mata dan terukir oleh hati.

Tepat tanggal 15-16 oktober lalu, sebuah organisasi bernama HIMA ******* mengadakan kegiatan. Sebut saja, LDKM-PAB sebenarnya tak ada yang ingin kuceritakan dari semua kegiatan didalamnya. Karena jujur saja, semua itu hanya ingin membuatku marah walau dengan ungkapan tangis. *nampaknya tak usah dibahas, hal itu terlalu sensitif.

Ada hal RUARBIAZA yg ingin aku ceritakan, ada hikmah yg yang terselip yang ingin aku share buat rekan2 pembaca yang budiman. hehe... Tentu saja semua itu berkaitan dengan tugasku di PAB sebagai rakyat jelata, Upz.. maaf. Maksudnya sebagai medical care (medis), taukah kawan bahwa 1 menit kita tak cepat untuk menolong maka kesempatan hidup pasien hanya sekitar 98%. Oleh karena itu, kita dituntut untuk berfikir dan bergerak cepat, karena hal tersebut menyangkut hidup seseorang.

----------||-----------
Sabtu, 15 oktober 2011
Sekitar pukul 5 sore, seorang perempuan dari bagian acara berlari terengah2 memanggil. "medis..medis" Aku yang mendengarnya, bak telah berganti nama menjadi medis kemudian menyahut seraya berdiri. "ada apa?", perempuan itu, gugup dan bingung. dia hanya berkata "Tandu... cepat, tandu !!". Aku sedikit panik, karena ini merupakan pengalaman pertamaku menjadi seorang medis. Satu menit kemudian, datang dua orang membawa tandu. Dengan sigap aku yang berjaga di tenda medis memberi intruksi, "masukan ke tenda medis yg ikhwan". Namun tiba-tiba aku berfikir, mengapa ikhwannya berambut panjang. Setelah aku masuk tenda untuk mencoba menolong, "Astagfirullah, ternyata dia perempuan" naluri pertama yang muncul ketika itu, bukanlah naluri medis yang berkeinginan untuk menolongnya. Tapi naluri perempuan, yang begitu sangat ingin menyelamatkan izzahnya. Ya, tentu saja. Bagaimana mungkin aku hanya diam, melihat dia, ditangani oleh 2 koas yg bergender laki2.

Entah apa yg harus kulakukan, tapi saat itu aku hanya ingin berkata, "biarlah aku yang menolongnya". Meski pada kenyataannya, semua terasa sulit untuk dikatakan, aku tetap membantunya sesuai dengan instrusi koas yang kami undang itu.

Jauh dari lubuk hati, aku ingin menangis dan menjerit. Melihat adikku 2011 dalam kondisi seperti itu, benar-benar miris melihatnya. Bagaimana tidak? ia mengalami Hipotermia yang cukup serius, badannya menggigil hebat, ia kejang-kejang dan seluruh tubuhnya basah. Ingin rasanya aku menghentikan waktu dan berkata pada mereka yang mengobral arti kekeluargaan. Yang mengatasnamakan segalanya dengan kebersamaan, terkadang aku tak habis pikir. Mengapa adik-adikku harus diperlakukan demikian? apakah itu ritual untuk menjadikannya sebuah keluarga? Aku begitu marah, aku begitu kesal, aku begitu sedih. Sedih, karena tak mampu melakukan apa-apa, sedih karena tak ada yang mampu aku perbuat. Aku merasa sendiri dengan pikiran-pikiranku. Heeey, bukan zaman kalian lagi. Sekarang tak lagi sama seperti dulu, zaman berubah bung !! tapi lagi-lagi aku hanya menggerutu dalam dada *astagfirullah...

sepanjang waktu menolong anak itu, aku tak ada hentinya mengucapkan kata maaf. Maaf untuk pengkaderan yang terlalu memaksakan, maaf untuk tekanan yg begitu menyakitkan, dan sebuah kata maaf karena dirimu kini begini. Sungguh, maafkan kakamu ini...

Jumat, 02 September 2011

adik-adik jambore ^_^



Ada Pelangi di Jamboreku

Pelangi itu begitu indah dengan kesederhanaannya, mewarnai 3 hari di bulan Ramadhanku kali ini. Pelangi itu begitu sejuk dengan karakternya, yang memenuhi setiap sudut dalam penatnya aktifitas. (so puitis-red)

Tapi bukan kebohongan publik, ini sungguh nyata. (berusaha meyakinkan) Penat itu rasanya benar-benar hilang, ketika mereka tersenyum semangat melawan hari-hari yang begitu melelahkan. Layaknya seorang anak pada usiannya, mereka gerah melihat kelompok lawan yang mampu mengumpulkan point tertinggi. Terlebih ketika mereka tahu, bahwa kelompok terbaik akan mendapatkan hadiah. Mendengar kata ‘hadiah’ saja senyum mereka berkembang, sorot mata mereka berbinar senang bukan kepalang. (Hehe.. ^_^)

Hmm, perkenalkan. Mereka adalah adik-adiku, yang selalu berusaha ingin menjadi yang terbaik. Mereka terdiri dari 10 perempuan tangguh, yang nampak luar seperti anak pendiam. Karakter mereka beraneka ragam, ada yang gak sabaran, cuek, perhatian, pemalu, agresif & sukan dandan. (Hoho Peace ^_^v)

Hari pertama, 19 Ags 2011

Semua kelompok diminta untuk memasang tenda (whuwaaa.. >_<), sempat pesimis karena kewalahan. Tapi lagi-lagi senyum dan semangat mereka membuat semuanya terasa menyenangkan ^_^. Hari menjelang sore, mengisi waktu berbuka semua kelompok diminta untuk membuat sebuah karya, dari kertas origami yang di tempel di kertas karton. Jujur saja, adik-adikku ini tak satupun berjiwa korelis (pemimpin). Sebagian besar dari mereka pragmatis dan melankolis. Sebagai fasilitator, aku dituntut kreatif untuk mengeluarkan ide. Huft, meminta mereka mengeluarkan ide, nampak seperti aku menyuruh mereka menggeleng-geleng kepala karena bingung (hihi...).

Akhirnya tercetuslah sebuah ide untuk membuat kupu-kupu sebagai alasnya. Semua adik-adik bekerja, tak satupun dari mereka berdiam diri. Dari sini aku mulai tahu, bahwa sebagian besar mereka adalah praktisi bukan konseptor. (Mungkin karena mereka masih kecil kali ya ?!) Hari pertama ini, merupakan sebuah awal yang baik. Kami Juara II dan mendapatkan point 50 (Yee, Berhasil... berhasil... Horreeee ^^).

--- > NOTE : Malam hari tiba, sungguh tak pernah kubayangkan harus menceritakan tentang mama di depan banyak orang. Tak ada persiapan, semua pembicaraanku mengalir sesuai dengan apa yang kurasakan. Dalam hati berharap, semoga semua ini membawa perubahan yang baik, untuk adik/kaka yang mendengarnya.

Hari kedua, 20 Ags 2011

Setelah sholat subuh selesai, adik-adiku ini belajar Tahasin. Sebelumnya mereka kebingungan & baru mengetahui metode belajar mengaji dengan cara ini. Lambat laun mereka antusias dan ingin cepat menguasainya, walaupun kenyataannya harus di bumbui dengan ayunan kepala yg mengantuk oleh beberapa adik. ^_^ Tapi bagiku, semua itu adalah warna.

Hari kedua ini kegiatan padat merayap, mulai dari sainstika, outbound sampai pensi. Di hari kedua ini aku bersyukur, tidak ada satupun adik yang rewel ingin pulang atau mengeluh kelelahan. Mereka hanya berkata “kak, ngantuk” (subhanalloh kan adik-adiku yang tangguh ini ?, siapa dulu donk kakanya. ^_*). Dari serangkaian kegiatan sainstika-outbound semua adik dikelompokku Allhamdulillah dapat terkondisikan dengan baik.


Menjelang malam, akhirnya traweh selesai, aku sebagai fasilitator kebingungan karena belum mempersiapkan pensi. Adik-adik mulai cemas, ditambah lagi waktu yang diberikan panitia begitu singkat. Adik-adikku panik, melihat teman-teman mereka berhias. Aku berusaha menenangkan mereka, konsep awal yang pernah ku bicarakan pada mereka akhirnya digunakan. Inilah bait syair, buah pikir aku & adik-adiku yang di pentaskan dipanggung dengan nada lagu sherina.

Hey kawan, aku punya cerita. Tentaaang jambore bangkiiiit.

Taukah kawan, siapa kaka Irfan : itu-itu-itu dia, kaka yg paling galak.

Taukah kawan, yg manakah ka’Deri : itu-itu-itu dia, kaka yg paling bawel.

Duh kawan, yg manakah ka’Upi : itu-itu-itu dia, kaka yg paling lucu.

Hey kawan, kaka Al itu yg mana : itu-itu-itu dia, kaka yg paling semangat.

Taukah kawan, siapa kaka Aksan : itu-itu-itu dia, kaka yaaaang CABIDUT.

Cabidut ? Apa itu Cabidut ?

Calon Bintang Dangdut

Inilah kaka-kaka kami, yg slalu menemani.

Setelah mereka tampil ke depan, mereka tersenyum riang. Nampak wajah cemas dan takut itu rasanya tidak pernah ada. Aku menasehati mereka, agar tidak terlalu berharap kemenangan. Karena aku tidak mau mereka berakhir dengan kekecewaan. Bagaimanapun kalau berpikir akan menang, itu adalah hal yang aneh. Lihat saja kata-kata dlm lagu itu, sederhana & terlalu apa adanya. (iya khan?, ^_^v ). Melihat kelompok lainnya yang bagus, membuat salah seorang adiku berkata “kak, aku ingin naik ke panggung lagi”, aku tersenyum.

Hari ketiga, 21 Ags 2011

Whuaa, hari terakhir niii...

‘Ayooo, kita jalan-jalan ke museum geologi adik-adik’, ucapku memberi semangat. Mereka sedikit kesal nampaknya, karena aku sebagai kaka sempat menghilang dari pandangan mereka selama ± setengah jam (ngantri mandi^^ hehe..)

Di museum geologi adik-adik kelompokku nampak tersepona (bacanya: terpesona) melihat koleksi yang terdapat disana. Mereka banyak bertanya ini dan itu, aku sebgai kaka yang so’pinter berusaha menjelaskan walau harus nyontek baca di papan penjelasan. (Hihi... Lagian, adik2 kenapa males baca coba ?!)

Pulang dari museum, adik-adikku sedikit rewel. Mereka ingin membeli sesuatu di GaShiBu. Jelas aku sebagai kaka tidak mengijinkan, karena semua itu tidak ada dalam agenda kegiatan. Hmm.. mereka cemberut sesaat. Seorang dari mereka yang agresif dan centil itu berkata, ‘kaka, aku pengen beli yang kaya gitu sambil menunjuk ciput arab yang dipakai Erika’, aku menahan tawa & tersenyum lebar. Dalam hati aku bergumam, ‘hmm, anak zaman sekarang’ ^^.

Menjelang siang, semua kembali ke salman. Siang itu udara begitu panas. Salis adiku tak kuat dan merasa pusing, hidungnya berdarah, ia mimisan. Sementra kelompok lain sholat dzuhur berjamaah, aku sibuk mencari tisu. Beberapa adiku berwajah pucat karena lelah, aku ijinkan mereka sholat di tenda. Sementara aku bersama beberapa adik lainnya berjamaah shalat di mesjid.

Ka’Irfan mulai bercuap-cuap di GSG, bertanda pengumuman dan acara penutupan akan segera dimulai. Acara yang ditunggu-tunggu oleh adik-adikku adalah pengumuman pensi. Seperti yang aku khwatirkan, aku tak ingin membuat mereka sedih atau kecewa. Maka dengan itu jauh hari aku mengingatkan kepada mereka bahwa semua ini adalah permainan. Ada menang, ada kalah.

Tapi, Langit hari itu begitu cerah, secerah dan sebiru hati ini. Karena adik-adiku tersenyum riang, sesuai dengan apa yg mereka harapkan. Thanks Allah for All.

-Created by, muti fauziah-

Fasilitator Jambore Bangkit Ramadhan 1432H

Selasa, 28 Juni 2011

Ada Padi dan Kawand

Bismillah...
wHuaaa, tugas photography ane belum. Teriak dalam hati yang tak terdengar oleh dua temanku ini. Namun sepertinya mereka membaca kegalauanku saat itu. Dengan sebuah kamera DSLR hasil pinjaman dari seorang kawand, aku dan zaqi bergegas menuju rumah neti si gadis berkerudung putih. (Maaf bukan Wali gadis berkerudung merah ^_~)

Berbekal kamera di tangan aku berniat hunting foto tentang kelapa. Dari mulai manfaat kelapa, sampe pernak pernik kelapa yang memang sudah tak asing lagi kita lihat di pasaran. Sekitar pukul 2 siang, kami bertiga beranjak pergi ke kebun neti sang empunya rumah. Sejauh mata memandang tampak pohon kelapa menjulang berpayung awan (Lebay banget !!). Sungguh saat itu terik mentari begitu menyengat, namun tak sedikitpun menyurutkan semangat kami untuk tetap berburu foto.

(Cipatik, 19 Feb 2011 sekitar Pkl.14.00)

Melihat pemandangan disana tak ayal lagi aku mengeluarkan kamera dan "jpret sana, jpret sini". Sungguh tak bisa di ungkapkan seperti apa perasaan senang waktu itu, karena hari itu aku begitu puas mengambil foto. Maklumlah, selama kuliah photography aku hanya bisa bertemu dan memegang kamera dalam waktu sekian menit.

Setelah beberapa menit berlalu, kawandku neti berkicau, "eh mut, kenapa judulnya ngga tentang padi aja ?!. Nasi kan makanan pokok orang Indoneia". Aku mengerutkan dahi dan kemudian berkata "iyya juga, disini kan banyaknya sawah." Akhirnya aku berpindah haluan 180 derajat, yang asalnya berniat untuk hunting kelapa hingga tukang es kelapa muda. Kini konsepan photographyku menjadi padi Hmmm.. ^_^ smoga ja p'Holin meng 'acece' konsep photography. Aamin..

tHanks iaa kawand, bwt jalan-jalan dan hunting barengnyaa. terimakasih juga buat bos nya zaqi (P'yoyon) yg udh berbaik hati minjemin kamera.

Selasa, 21 Juni 2011

Sebuah tanda tanya

sepertinya ada tanda tanya, yang nampak besar di penghujung cerita
kemana cerita ini akan ku bawa, mengakhiri saja rasanya begitu sulit.
akan berakhir seperti apa semua ini?

kehidupan itu arsiteknya adalah kita. Namun Allah yg tetap menandatangani semua scenario yang kita rencanakan. Walau begitu namapaknya semua orang menyudutkan pemikiranku yang menurut mereka aku salah, menurut mereka jalan ini kurang tepat, menurut mereka aku jangan seperti ini, menurut mereka aku jahat. Lalu apa yang harus ku lakukan, ketika pemikiran tak lagi sejalan dengan perasaan. Lalu apa yang harus ku jalankan, ketika keraguan selalu mengekor di belakang, menggelayut dikepala, membasahi dikala hujan.

"bukankah keraguan datangnya dari syetan?" bisiku jelas dalam diam'
Hufft, lelah bila diri ini selalu berperang dengan pemikiran yang abstrak. Walau sepenuhnya aku menyadari bahwa semua ini belum tentu benar. Aku tak ingin egois, sekali lagi AKU TAK INGIN EGOIS !!

Jauh dilubuk hati, aku begitu merindukannya.
Maafkan aku yang hanya bisa menyimpannya dalam diam, membuang jauh semua itu dengan menyibukan pikiran dengan berbagai hal, walau nampak terkadang aku kesepian. Ya aku begitu kehilangan dan kesepian.

Andai saja kau tau unek-uneku selama ini,
yang ku inginkan kau lebih mengerti daripada aku.
yang ku harapkan kau lebih paham dari aku.
yang bisa mengerti saat aku mengerti,
hingga kita tak pernah saling menjelaskan
karena kita saling memahami dan saling mempercayai.

Nampak semua itu hanya angan-angan kosong.
Walau begitu, aku tak ingin menuntut. Karena yang ku tau kau bukan siapa-siapa...
dasar jLek, kau berkata pada dirimu kau penjahat?!

hmm,
selamat kawand. Atas kejahatanmu... ^_^
aku berharap begitu, & selalu begitu.
karena aku sangat takut, begitu takut terlalu menyayangimu.

Kamis, 24 Juni 2010

Di PengHujung putiH abu

daH ga kerasa ternyata aKu dah tua...
seLama skula di 11 apa aja Y iLmu yg daH mut dapet, rasanya bnyk bgt.
taPi yg jelas ko ga ngerasa pinter-pinter yach ?(Hix..Hix) menyediHkan
Ato karena banyaK dosanya, seHingga waktu 3 taHun lama'y cuMa antara ada dan tiada(uiiH... ky Lagu aja).

rasanya mut gamau be'vsaH ama nak kesopylective, coz serasa baru keMarin berpusing ria dengan program,ujian and sidang. AgggHHh... melepasKan putiH abu, berati baKalan menempuh Lembaran baru yg lebih rumit and susah.(subhanalloh)
bagaiManapun pervsahan bakalan terjadi karena di setiap pertemuan pasti ada pervsahan. Karena Allah, qta dipertemukan dan karena Allah pula kitapun dipisahkan. Yupz semua sudah ada yg mengatur.

Mungkin setelaH bervsah nanti, mut bakalan rindu ama master kelaz yg seolah iLmu'y ga pernah mati, terus mengalir mengikuti zaman, mut bakalan rindu ama org" yg pinter deBat, mut bakal rindu ama temen" yg jago drama, nari, nyanyi. And mut juga bakalan sangadh rindu ama kedua sahabatKu yg pernah buat aku sedih and tertawa.
Hix..Hix sedih rasanya bervsaH ama kaliaand.

Tapi kita taK mungkin always togetHer, ada masa depan yg haruz qta teMpuh masing" dengan jalan and cara'y masing". kita gakan terus diam ditempat kita harus maju bwt masa depan yg jauh lebiH ceraH (Ayoooo Semangatzzzz ....!!!) langKahkan kakimu dan ukirLah masa depan yg cerah.

Upzzzz....
Hari ini, detik ini, menit ini, jam ini, saat jemariku meMijit keyboard dan melukiskan semua inii qta memang beLum melaksanakan pervsahan sekula. Dan lebiH nyata'y lg, qta semua beLum secara resMi menerima keLulusan.... (wHatzZ.... ?) hihihi, mungQin terLalu kecepetan tulisan ini keLuar, tp yg nama'y inspirasi bizi keburu ilang. So gada salaH'y ane tuangkan, klo diteLan waktu biza jd luPa kHan?.

Masa lenggang menunggu kelulusan memang menjenuhkan. Aku disibukan dengan kegiatan yg tidak biasanya, pokonya nie hidup jadi terasa lebih hidup dech.
Uggghhhh, pikiran juga sibux sebenernya.... mu kuliah ato kja Y ??
ternyata dengan bertambaH'y usia, kitapun harus biza memiliH dan memutuskan sesuatu dengan bijaksana. Mmm .... Oia tHn berapa Y Indonesia kuliah'y free ?

udH dulu ah, cerita'y jd pada ngelantur gn....
yg jelas mut gKn Lupain mrka ... (bi'idznillah = dengan izin Allah)
I Love Kesopylective


Ditulis Asli Tgl 10 Juni 2009
Pukul 20:40 WIB

KesopyLective DaLam Diaryku

Tiga tahun lalu ketika seragam yang kukenakan masih berwarna putih biru, aku masih terdiam saat orangtuaku bertanya kemana akan melanjutkan sekolah ?
Aku benar-benar bingung, kata yang terucap dari mulutku hanya "Aku ingin pesantren di jawa".
Saat itu orangtuaku tak menyetujui karena tempat'y yg begitu jauh.
Aku kemudian diantar ke sebuah pesantren Al-Quran di Majalaya.

Sesampai disana aku dikenalkan dengan dgn sesepuh yg punya pesantren, dan sekaligus dititipkan jika nantinya aku akan pesantren disana. Tetapi ternyata Allah berkehendak lain, beberapa hari setelah itu aku memutuskan untuk masuk SMK. Hal ini jauh diluar dugaan dan diluar harapanku sendiri. (heuHeu ...)
Yang jelas aku masuk SMK bukan karena ikLan pemerintah, bukan karena ortu, saudara and apapun lainya. Itu bersumber dari keinginan ku sendiri yg memang "BLANK" bgt ama SMk dan hanya karena sebatas rasa penasaran dan keingintahuanku.
Tiga tahun yang lalu, tepatnya setelah aku resmi dinyatakan menjadi siswi SMKN 11 Bdg-aku merasakan sesuatu yg jauh diluar kebiasaanku dipesantren. Bagaimana tidak, biasanya ketemu ama kitab ti'zan, Safinah, Jurumiah, Tasripan, Tarkiban and Al-Quran kemudian berubah total menjadi seperangkat mesin berwarna hitam dimana org2 sering menyebutnya "KOMPUTER". Disinilah duniaku terbalik, aku bener-bener berusaha beradaptasi dengan lingkungan 11, dengan guru2'y dan pastinya dgn kawand-kawandku yg membuat hidupku terasa lebih berarti. (^_~)

Jauh sebelum aku mengenal mereka, yang ku nilai dari anak kesopylective hanyalah org2 yg berkelompok dgn ego dan karakter masing-masing. Tak ada yg berubah dari penilaianku saat itu, karena pengelompokan itu terjadi secara alamiah dan tanpa disengaja. Semua itu terjadi bukan atas kehendak kita, tetapi atas kehendak hati yg merasakan samanya visi misi diantara kelompok kecil-dimana org itu adalah orang yg bisa kita percaya dan mampu memahami kita.

Aku tak akan pernah menyalahkan banyaknya kelompok dalam kesopylective. Karena itu bukanlah hal buruk yg perlu kita bahas. Karena ternyata itu ada sesuatu yg membuat kita semua bisa bertahan dan tetap utuh dalam lingkaran persahabatan "KESOPYLECTIVE". Cobalah kita renungkan artinya Bhineka Tunggal Ika niscahya kita akan mengerti dan memahami sesuatu yg membuat kita bisa bersama walau dalam keadaan rapuh.

Taukah Kawan, Apa Yg Membuat Kita Bisa Bertahan ??

Yaitu sebuah kebersamaan
sebuah kepercayaan
dan sebuah rasa yg indah yg terangkum dalam arti persahabatan.

Karakter kita berbeda
sifat kita berwarna
kelakuan kita beragam.

Namun ternyata semua itulah yg menyebabkan kita bertahan, semua itulah yang membuat persahabatan kita begitu berwarna bagaikan pelangi yang terlukis di angkasa dgn indahnya.

Asli ditulis Tgl :29 Juni 2009
Pukul 15.04 WIB