Jumat, 06 Februari 2015
Untukmu yang entah siapa
Selasa, 27 Januari 2015
Lautan Cinta-Mu
hanya ilalang
Sabtu, 20 Desember 2014
Pembohong dan Penipu
Rabu, 05 November 2014
Kado Milad Untuk Erma
Sabtu, 31 Mei 2014
Da aku mah apa atuh?
Senin, 21 April 2014
15 Menit
selembar saja, aku tinggalkan secarik kertas, seuntai puisi
aku dan mauku, bukan lagi kau
tentang cerita mimpi dan cita-cita
cukup lima belas menit saja
begitu pikirku
merebut asa, yang semakin purna
mengembalikan raga yang terlihat samar
aku dan bahkan egoku
menyibak tak mau
tapi waktu tak pernah baik
selalu dengan tega berlalu
tak bisa untuk bernegosiasi
kemana jiwaku yang dulu
semangat yang membakar
energi yang membara
tentang cita-cita
tentang iman dalam dada
aku begitu merindu
jiwa ku yang dulu menggila
gila untuk selalu menjadi baru dan luar biasa
cukup lima belas menit saja
aku hantarkan mimpiku
aku tulis teriakan perjuangan
aku bakar dan lucuti ketakberdayaan
ku pakai baju perjuangan
mengalahkan ego
mengubur setiap hal yang merusak
Aku akan datang menjadi pribadi yang baru
pribadi berkualitas...
*selamat hari kartini, karena setelah guruh dan hujan ada pelangi yang menghiasi.
Minggu, 20 April 2014
Penjahat Ulung
Senin, 14 April 2014
Untuk April
Rabu, 26 Maret 2014
Aku tahu kau pun tahu
kau pun tahu
apa sebabku menjadi bisu
menjadi begitu menyebalkan
ini sebab kau tak punya jawaban
bertanya pada bulan
yang hanya tersenyum terang
ini alasan kaki mu tak lagi berpijak
bumi yang kau diami tergenang
tak lagi indah...
tapi negeriku indah sekali,
dipenghujan banyak kolamnya
dimusim panas banyak turisnya
asal kau tahu
kami senang sekali berenang
maka saat penghujan
Tuhan memberikan banyak air
pun kau tahu
kami bahagia dimusim panas
karena jemuran cepat kering
dan petani bersyukur dengan padinya
inilah negeriku
yang katanya lucu
karena kebaikan dikata pencitraan
karena pemberian dibilang gratifikasi
kau mengetahuinya kawan
ketika kebaikan
terdengar begitu mahalnya
ketika maksiat
terlihat begitu maraknya
inilah zamanku
yang cahayanya
mulai redup
mulai samar
bahkan suatu saat nanti
tak bisa kita bedakan lagi
sebuah kejahatan yang terlihat baik
dan sebuah kebaikan yang dirasa buruk
inilah, akhir zaman
aku tahu, kau mengetahuinya
Hanya Kau yang tahu
Membisikannya lewat sajak-sajak rindu
Membelai angin, merasakan hampa
Berteman lama dengan bisu
Cintaku adalah semburat rindu
Yang meradang kala cemburu
Yang berbunga kala bertemu
Tak ada yang tahu
Sejak lama aku berteman sepi
Berkawan dengan alphabet dalam keyboard
Menulisnya agar mengupahi
Menyimpanya hanya untuk dikenang
Cintaku hanya aku dan Dia yan tahu
Bersama barisan puisi roman
Tumpukan file-file karya
Yang pemerannya adalah dia
Sampai kapan aku menyimpannya?
Bercerita pada angin agar ia tahu
Berharap ia dengar
Berharap ia pun sama
Tuhan tau, aku menyimpannya dalam
Menjaga untuk setia
Berlatih untuk bersabar
Akhirnya, aku bertanya lirih
Tuhan, apakah Engkau pilihkan aku untuknya?
Hanya Kau yang tahu
Jumat, 28 Februari 2014
Aku berbohong
padahal aku hanya belajar apik dengan perasaan
ataukah bagimu aku berdosa?
yang tidak semestinya aku kenang
yang menggantung di langit-langit kamar
maaf aku telah berbohong
maka beri aku kesempatan kali ini saja
untuk mengatakan kejujuran padamu
tentang perasaan yang kumiliki
jujurku tentang rasa
adalah ketika Allah pertemukan
aku dan kau menjadi kita
memantapkan hatiku dengan yakin
memilihku hanya krenaNya
cukup hanya Allah saja yang mengetahuinya
Jumat, 06 Desember 2013
Untuk Desember : Hena and HotCoffe
mengubur jejak masalalu
menyapu bersih debu fatamorgana
yang indahnya hanyalah tipuan
yang kilaunya hanyalah bias
kita tidak hidup dimasa lalu
tidak bergerak dalam sejarah
kau ada dan tercipta
untuk menjadi ornamen
dalam gerak, yang aku cari ujungnya
Senin, 25 November 2013
pintaku padaNya
Sabtu, 02 November 2013
Penghujung Bulan yang Mulia
sungguh aku bukan apa dan siapa
karena nyatanya...
aku tak mampu menahan waktu
memintanya kembali
atau bahkan menghentikannya barang sedetik
katakanlah hari...
begitu bodohkah aku?
yang tak mampu memanfaatkan waktu
sungguh, begitu ruginya
maka,
ketika alam menyerukan melodinya
suara bocah kecil riang gembira
sorak soray, pemuda-pemudi penuh tawa
dentuman petasan dan kembang api
ibu dengan kue, opor dan ketupatnya
bapak dengan zakat, kebun dan ternaknya
hiruk pikuk orang-orang yang berjibaku dengan tugasnya
katakanlah hari,
aq bukan lagi anak kecil yg riang dengan lebaran
yang senang dengan pakaian atau sepatu baru
menanti rupiah dari sanak saudara atau family
bukan...
karena nyatanya
lantunan takbir, irama bedug
dan instrumen alam di akhir ramadhan ini
membuat hatiku gerimis
seolah, akan di tinggal pergi oleh bulan yang mulia itu
seperti akan ditinggal jauh...
entah akan bertemu dengannya lagi, atau tidak
maka, tak bolehkah hujan berdiam di kelopak mataku?
untuk sebuah kondisi layaknya seorang yang ditinggal pergi
ingin rasanya merengek...
layaknya bocah kecil yang diambil permennya
cukup...
katakanlah hari...
bahwa ramadhan adalah untuk orang-orang
yang mampu meramadhankan hatinya
bukan...
bukan saat ramadhan
tapi setelah ramadhan itu pergi meninggalkannya
catatan introspeksi :
~ mutia azahra, syair ini tertulis asli di facebook saya tanggal 8 Agustus 2013
Sepucuk Surat Cinta Untuk Allah
bisakah aku untuk tidak peduli
tak peduli atas apa yang mereka kata
atas pujian yang sejatinya hanya milik Mu
atas setiap ke kaguman yang sebenarnya tak berhak ku kantongi
Allah...
betapa ikhlas sulit rasanya
ajarkan aku tak peduli tentang apa yang mereka dengar
biarkan aku tetap tak peduli tentang apa yang mereka bincangkan
Allah...
lapangkan hatiku untuk setiap nasihat
Jagalah aku dengan penjagaanMu
Agar mata menjadi bening karena terjaga
Agar hati menjadi indah karena terbingkai
Allah...
aku tak berhak memakai baju kebesaran-Mu
merasa diri paling benar
merasa diri paling baik
Allah...
jangan binasakan aku
jangan hancurkan aku dengan penyakit hati
jangan biarkan diri angkuh
jangan biarkan pahala lebur karena tak ikhlas
Allah...
Allah...
Allah...
Jangan biarkan aku hancur karena sangkaan benar yg salah
Jangan biarkan aku terpuruk karena sangkaan baik yg nayatanya buruk
lindungi aku dari pujian yang membuat lengah
lindungi aku dari rasa sombong yang membuat binasa
Jadikan aku lebih baik dari prasangka hamba-hambaMu
ajarkan aku untuk menundukan hati
menjadi pribadi sederhana yang bermanfaat
ajarkan aku untuk ikhlas diri
beramal karenaMu bukan karena manusia
Allah...
Jika surga enggan menerimaku
hendak kemana aku pergi?
Bila neraka tempat ku berdiam
amalan apa yang bisa kuperbuat untuk pergi darinya?
Allah...
aku mengemis cinta dari Mu
hamba tak berpunya yang sering meminta
meringis tangis berharap Kau dengar
mengadu pilu berharap Kau tau
----------------------------------------------------------
created by, mutia azahra
ditulis dengan lapang, sebagai catatan renungan.
Selasa, 22 Oktober 2013
dear, mothers in the world
I love being a woman
I hope and always hope
would be a mother like my mother
I think and I feel
a mother in this world
be smart
be strong
have religious
but I'm afraid
can not be a good mother
can not be a perfect teacher
oh mother in the world
turned out to be a woman is not easy
because she is a breath of civilization
because a woman is a reflection of a country
oh mother in the world
whisper in the wind, grass and sand
valuable lessons about the great mother
and let nature teach me
a mother like my mother
like other great mom
Selasa, 24 September 2013
Seseorang disana
Senin, 06 Mei 2013
Untukmu dinda yang kini menunggu
Masih tetap bersemangatkah dengan rutinitas dan aktivitasmu ?
Tetaplah istiqamah untuk tetap menjaga hati
meski sampai saat ini, Allah belum mempercayai kita utk bertemu
Dinda,
aku tau kau masih menunggu
masih mencari dan berusaha bersabar
adakah kau kini lelah?
atau galau, hilang arah ?
Allah melihatmu,
maka jangan sedikitpun engkau risau tak menentu
tidak perlu resah memikirkan siapakah imammu
tidak usah galau menebak-nebak bagaimana rupaku
apa kau tidak mempercayaiNya?
tidakah engkau yakin bahwa Allah yg mengatur semua?
cukuplah engkau berdoa dan tidak terus menerus bertanya
tentangku yang masih tetap Allah rahasiakan namanya.
dinda,
taukah kau bahwa tidak ada jodoh yang tertukar?
tidak ada jodoh yang salah
semua telah Allah setting dengan baik
berita dari langit itu akan Allah bisikan
tapi tidak untuk saat ini...
tentunya di waktu yag tepat
disaat kau benar-benar siap
simaklah baik-baik nasihatku..
taukah dinda bahwa sabar itu indah...
sungguh indah,
jika sabar yang kau punya melukiskan jejak untuk mendekat padaNya
betapa indah,
jika sabar yang kau miliki adalah rintihan tahajud di malam panjangmu
mengadu rindu, merintih perih, menjerit sakit...
Dinda, dalam doa aku menjagamu
pintaku, berlindunglah dalam pundak kebesaran Allah
dalam kekokohan langit-langit cintaNya
karena sayang Allah tak akan luruh hanya karena fisik
cinta Allah tak akan pudar hanya karena materi
Ia akan menggembirakanmu ketika kau sedih
Ia akan menjagamu ketika kau takut
tinggalkanlah "sesuatu" untuk Allah
tapi jangan pernah meninggalkan Allah untuk sesuatu
karena dalam hidup ini "sesuatu" akan meninggalkanmu
tapi Allah akan selalu ada untukmu
~ mutia azahra
Jumat, 16 Maret 2012
Sebuah Refleksi
jika hati pekat tertutup tangga-tangga keangkuhan
penuh sesak dengan urusan keduniawian
sibuk dgn banyak hal tak berfaidah
ia akan gusar, mencari hakikat kebahagiaan dlm hidupnya
sungguh,
ia akan rindu dgn sebuah ketenangan dalam hatinya
yang mungkin beku ditelan zaman
yang karam dihadang badai ujian
fatamorgana kehidupan sungguh menyilaukan.
menyayat mata tanpa dirasa
membunuh diri tanpa diketahui
lalu, sadarkah kita saat ini?
atau terhanyut dlm lautan kebinasaan
tenggelam dan terbunuh perlahan
sungguh miris nan memprihatinkan
saya, anda dan banyak manusia lainnya...
sadarilah
bahwa dunia hanya sebagai tempat persinggahan
yg tak perlu banyak berbekal barang
yg tak usah bertumpuk galau disetitik episode kehidupan
sejatinya kita perlu introspeksi
atas ibadah yg sering kali di lalaikan
yg mungkin sering terselip ria
atau bahkan pujian manusia
Innalillahi Wa inna ilaihi rojiun...
maaf atas segala khilaf
sebuah refleksi: catatan hati
-muthi fauziyah-
