Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Desember 2014

Pembohong dan Penipu

aku bilang, aku takut kepada Allah
dia bilang, aku pembohong
aku bilang, aku beragama islam
dia bilang, aku pembohong

aku bilang, aku mencintai Allah
dia bilang, aku pembohong
aku bilang, aku merindukan-Nya
dia bilang, aku pembohong

dia bilang...
dimana rasa takut mu?
jika sholat saja merasa tak perlu
dimana letak ke islaman mu
jika kau sama saja
seperti manusia tak ber Tuhan

kau mengaku cinta
tapi jarang mengagungkan nama-Nya
kau mengaku rindu
tapi membiarkan Al-qur’an berdebu

begitu sibuknya engkau dengan dunia
begitu lengahnya kau dengan akhirat
dunia hanya sebuah jembatan
tak perlu banyak berbekal barang

wahai jiwa...
dimanakah mata yang takut kepada Allah?
yang berlinang mengingat dosa
yang gelisah manakala tersesat
apakah hatimu begitu gelap?
betapa banyak pandangan yang manis di dunia
sementara pahitnya di akhirat tidak tertanggung

wahai jiwa...
hatimu rapuh
pandanganmu kabur
matamu lepas
lisanmu menjaring dosa
tubuhmu penat mengais puing-puing dunia
betapa banyak pandangan nista yang menggelincirkan

kau merasa aman dengan kebaikan dunia
kau gembira dengan harta yang kau dapat
tapi kau lupa dengan pedihnya kematian
kau terlena dengan lamanya perjalanan

Allah menangguhkan siksa untukmu
tetapi engkau malah menantang
engkau ingat kepada-Nya saat susah
tetapi lupa di saat senang

wahai jiwa...
kondisimu begitu memprihatinkan
kau takut neraka, tetapi engkau senang bermaksiat
lisanmu kering dari berzikir
pikiranmu lengah dari mengingat Allah
begitu bebalnya dirimu!
berkali-kali engkau tersadar
berpuluh kali pula engkau kembali  berdosa

andai kau benar-benar cinta, kau tentu mematuhi-Nya
pencinta niscahya tunduk kepada yang dicintainya

aku bilang, aku berjanji akan berubah
Allah bilang, engkau PENIPU

---------------------------------------------------------------
“Kalian benar-benar telah lupa. Kalian bertingkah laku seolah-olah tidak akan pernah mati, seolah-olah tidak akan dikumpulkan pada Hari Kiamat, seolah-olah tidak akan dihisab di hadapan Allah, dan seolah-olah tidak akan melewati jembatan di atas neraka. Begitulah kalian. Selama ini kalian hanya mengaku-ngaku memeluk islam dan beriman”. (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani)

“sabar dalam ketaatan di dunia sesungguhnya lebih ringan daripada sabar dalam neraka” (ibnu al-jauzi)

Minggu, 12 Januari 2014

Great Mother

Bismillah, ini adalah catatan akhir tahun.
Catatan lepasku dipenghujung masehi 2013

Kawan, kau tak pernah tau akan terlahir kedunia menjadi wanita bukan?. Begitupun sama dengan pria, mereka tidak pernah meminta sebelumnya untuk di jadikan laki-laki. Allah sebaik-baik pencipta dan hakim yang bijaksana. Perjalanan ikhtiar menuju lulus ini ternyata menjadikan saya belajar meneliti dan memaknai hidup untuk lebih bijaksana. Karena selama perjalanan, ternyata saya justru banyak bergaul dengan banyak ibu-ibu. Bertukar pikiran dan belajar dari kisah hidup mereka. Akhir-akhir ini saya menyadari sesuatu, wanita hebat bukan dari karier mereka yang selangit. Justru dari kegigihan mereka mendidik anak-anaknya menjadi luar biasa. Saya jadi paham mengapa beberapa teman sebaya saya bercita-cita hanya menjadi ibu rumah tangga. Terdengar seperti klise atau lelucon, tapi disana terdapat niatan tulus yang mungkin baru saya temukan akhir-akhir ini.

Sebagai orang yang bergerak dalam pendidikan, saya menjadi sedikit melek terhadap peran ibu dan perkembangan anak. Hihi terdengar aneh tapi ternyata itulah yang musti saya hadapi akhir-akhir ini. Bergaul dengan ibu yang memiliki anak pendiem, pemalu, sampe dengan anak yang kagak bisa diem kaki-tangan dan mulutnya adalah tantangan yang luar biasa. Latar belakang anak yang berbeda-beda menjadi pelangi dikelas kehidupan saya, dari mulai  anak yang ortunya super sibuk, broken home, sampe dengan seorang anak yang mengaku orang tuanya adalah preman.

Hal ini membuat saya paham, bahwa jadi ibu itu HARUS HEBAT. Gak bisa asal mendidik, ga boleh asal suruh atau marah. Ingatlah bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Klo seorang ibu tidak siap, ia akan terjebak dengan pola asuh orang tuanya zaman dulu (mengasuh dengan pola turun temurun). Padahal tidak semua anak bisa diperlakukan dengan pola asuh yang sama. Intinya - seorang ibu memang kudu cerdas kawan ! Hasil dari sebuah penelitian menyebutkan,

masa kanak-kanak merupakan gambaran manusia sebagai manusia. Perilaku yg berkelainan pada masa dewasa dapat dideteksi pada masa kanak-kanak.

Coba kita renungkan, akhir zaman ini banyak sekali orang dewasa yang 'luar biasa'. Akhlaknya amburadul, imannya wallohu'alam, agamanya tanda tanya, sifat dan karakternya innalillahi. Perampokan, penculikan, pemerkosaan, pembunuhan, tawuran, korupsi, dan segala bentuk kejahatan lainnya tentu dilatar belakangi oleh faktor x. Salah satu faktor x itu adalah keluarga, why? karena kelakuan anak yang menyimpang seharusnya bisa di atasi sejak dini oleh keluarga. Itulah mengapa anak perlu pondasi  agama & akhlak yang kuat sejak dini. Agar sifat dan karakter nya mengakar tidak terbawa arus zaman. Disini peran orang tua sangat berpengaruh, anak di usia dini masih harus di ingatkan tentang sebab-akibat, benar-salah. Rata-rata di usia dini, anak senang dengan barang yang bukan miliknya, berbohong karena takut dimarahi, dan berkelakuan semaunya karena rasa ingin tahunya yang tinggi. Bila sejak dini dibiarkan ? apa jadinya bangsa ini?

Oleh karena itu pernikahan bukanlah soal yang bisa kita anggap sederhana, karena dibalik semua itu ada sebuah tanggung jawab yang tidak bisa di kesampingkan. Masalahnya untuk menjadi orang tua yang hebat tidak ada sekolahnya, sehingga banyak orangtua yang mendidik hanya berdasarkan pengalaman hidupnya. Di lingkungan keluarga, interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat tanpa kita sadari. Saat orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerjasama dengan anak-anaknya. Saat seperti itu banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga besar sekali kemungkinan terjadi kesalahan-kesalah mendidik.

Wah, banyak sekali sebenarnya yang ingin saya bahas disini. Sebagai oleh-oleh akhir tahun, saya berikan info penting untuk teman2, kaka, bibi, tante, calon ibu, atau ibu2 muda. Boleh di catat, disebarkan dan tentunya diamalkan. Berikut ini adalah catatan seorang psikolog anak, laksmi adhiyani setiawan s.psi, saya dapat ini dari teman.

Ada 13 permintaan anak, yang mungkin tidak pernah mereka ucapkan :

  • Cintailah aku sepenuh hatimu
  • Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku
  • Cobalah mengerti aku dan cara belajarku
  • Jangan marahi aku didepan orang banyak
  • Jangan bandingkan aku dengan kakak atau adik ku
  • Bapak ibu jangan lupa aku adalah photocopy mu
  • Kian hari umur ku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil
  • Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku
  • Jangan ungkit – ungkit kesalahan ku
  • Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah
  • Aku adalah ladang pahala bagimu
  • Jangan memarahi aku dengan perkataan – perkataan yang buruk, bukanlah apa yang keluar dari mulut mu adalah do’a bagiku?
  • Jangan melaranngku hanya dengan kata “jangan”  tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan hal tersebut

Ups, tanpa sadar ternyata note ini cukup panjang.
Terimakasih telah meluangkan waktunya untuk membaca, semoga bermanfaat.

Bukan menggurui, mari kita sama-sama belajar.
LET's BECOME  a GREAT MOTHER !

Senin, 30 Desember 2013

Berat...

jika nafasmu terasa berat karena masalah, maka bukalah matamu.Lihat, amati dan pelajari sekitarmu, kau akan tau bahwa masalahmu begitu kecil (mutia azahra)
kau tidak akan pernah bisa mensyukuri hidup, jika mata hatimu begitu buta terhadap sekitarnya, jika telinga begitu tuli untuk sekedar empati (mutia azahra)

Sabtu, 02 November 2013

Penghujung Bulan yang Mulia

Katakanlah hari, aku yang begitu lalai terhadap waktu yang berputar dengan cepatnya. Meninggalkan jejak penyesalan tiada terkira, melengkapi ruang kosong dan dinding zaman yg lapuk termakan ke egoisan. Katakanlah hari, aku yang tak pernah bergegas, terlalu santai dan tak mampu istikomah di bulan yang Engkau agungkan. Bahkan mungkin catatan kebaikan dibulan baik ini, tak ada apa-apanya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

sungguh aku bukan apa dan siapa
karena nyatanya...
aku tak mampu menahan waktu
memintanya kembali
atau bahkan menghentikannya barang sedetik

katakanlah hari...
begitu bodohkah aku?
yang tak mampu memanfaatkan waktu
sungguh, begitu ruginya

maka,
ketika alam menyerukan melodinya
suara bocah kecil riang gembira
sorak soray, pemuda-pemudi penuh tawa
dentuman petasan dan kembang api
ibu dengan kue, opor dan ketupatnya
bapak dengan zakat, kebun dan ternaknya
hiruk pikuk orang-orang yang berjibaku dengan tugasnya

katakanlah hari,
aq bukan lagi anak kecil yg riang dengan lebaran
yang senang dengan pakaian atau sepatu baru
menanti rupiah dari sanak saudara atau family

bukan...

karena nyatanya
lantunan takbir, irama bedug
dan instrumen alam di akhir ramadhan ini
membuat hatiku gerimis
seolah, akan di tinggal pergi oleh bulan yang mulia itu
seperti akan ditinggal jauh...
entah akan bertemu dengannya lagi, atau tidak

maka, tak bolehkah hujan berdiam di kelopak mataku?
untuk sebuah kondisi layaknya seorang yang ditinggal pergi
ingin rasanya merengek...
layaknya bocah kecil yang diambil permennya

cukup...

katakanlah hari...
bahwa ramadhan adalah untuk orang-orang
yang mampu meramadhankan hatinya

bukan...
bukan saat ramadhan
tapi setelah ramadhan itu pergi meninggalkannya


catatan introspeksi :
~ mutia azahra, syair ini tertulis asli di facebook saya tanggal 8 Agustus 2013

Perasaan Liar

Rumput liar itu sifatnya merusak tanaman, jadi tak perlu diberi pupuk dan disiram. Ia akan dengan sendirinya tumbuh & mengambil sari-sari makanan dari tumbuhan lain. Membuat kotor lingkungan, dan kumuhnya sebuah rumah. Coba tengok rumah-rumah yang tidak terawat, banyak ditumbuhi rumput liar setinggi jendela. Dan biasanya dijadikan bascamp makhluk-makhluk kasat mata pun orang-orang pengumpul dosa.

Tidak jauh beda dengan perasaan liar, jika memang niat untuk serius menikah dengnya saja tidak ada. Melamar dan bilang sama orgtuanya-pun tidak punya keberanian. Haruskah kita menyimpan perasaan liar itu? Membiarkannya tumbuh mengotori hati dan pikiran. Membuat syetan tertawa senang dan semakin kerasan bersemayam.

Barang siapa yang tidak menyibukan diri dalam kebaikan, maka syetan akan menyibukanmu dalam keburukan.

Baiknya seperti apa? klo tidak dengan menikah ya tentu saja berlatih, berlatih dan berlatih untuk memangkas perasaan itu. Memotong bunga-bunga rindu dengan teganya. Memaksa hati untuk menormalkan perasaan. Susah memang, tapi bisa. Karena Allah sebaik-baik yang membulak-balikan hati. Maka perasaan liar itu jangan kau siram dengan perhatian, kau beri pupuk rindu dan rasa yang spesial (rasa spesial? yummy, terdengar seperti martabak). Yaa tidak apalah jika kau senang rumah hati mu tertutup rumput liar, membuat gelap, kotor, bau, tak terawat.

Setiap PANDANGAN yang tidak menghasilkan IBROH (pelajaran)
adalah KELALAIAN AKAL
Setiap DIAM yang tidak mengandung PIKIRAN adalah KELENGAHAN
Setiap BICARA yang tidak mencerminkan DZIKIR adalah SIA-SIA

Sahabat Ali Ra berkata :
semua kebaikan terangkum dalam 3 kata
Pandangan - Diam - Bicara

Orang yang hatinya selalu lekat dengan nama-Nya maka Allah akan menjadi matanya ketika dia melihat, Allah akan menjadi kakinya ketika dia melangkah. Allah akan menjadi tangannya ketika dia berbuat, Allah akan menjadi otaknya ketika ia berfikir.

Jika sedang dan akan mengerjakan sesuatu, hatinya selalu bertanya.
"Apakah Allah suka dengan yang saya kerjakan ini?" 

Membiarkan hati di tumbuhi perasaan liar, sama artinya membiarkan tanaman dosa tumbuh di dalam rumah hati. Perasaan tersebut mungkin saja terasa indah, menyenangkan, membuat bahagia.Tentu saja rasanya indah, apalagi kalo yang ditanamnya bunga. Tapi apa jadinya jika bunga yang ditanam justru bunga berduri atau tanaman perasit yang merugikan? Seperti itu pun dengan perasaan liar, rasa bahagia yang tumbuh tidak akan mendapat pahala. Rasa rindu yang bersarang tidak akan membawa manfaat. Justru mungkin sebaliknya, memakan nutrisi-nutrisi pahala yang kita miliki. Membuat tanaman hati kita tak lagi sehat, dipenuhi hama, tanpa kita sadari. (Naudzubillah --")

ingatlah baik-baik."sesungguhnya SETAN itu adalah sesuatu yang PINTAR tetapi LEMAH. Sedangkan NAFSU adalah sesuatu yang KUAT tetapi BODOH. Jika keduanya bersatu, maka bertekuk lututlah manusia sehingga menjadi BODOH & LEMAH karena dikuasai SETAN yang PINTAR dan NAFSU yang KUAT" (anonim)

Yuk, kita kendalikan perasaan.
Agar indah, bersih dan menentramkan. Terhindar dari bisik-bisik nafsu yg menipu daya.
Bukan menggurui, tp mari kita sama2 berlatih mengendlikan hati


Yeaa, Latihan menulis lagi (^_^)
~mutia azahra, Catatan ini, tertulis asli di Faebook saya tgl 4 September 2013.

Rabu, 23 Juni 2010

Ga Punya Pacar itu Pilihan

Kebanyakan manusia tidak begitu saja menempuh jalan yang disyariatkan penciptanya. Kadang mereka membuat aturan sendiri pada beberapa masalah. Pada masalah menjalin hubungan dengan lawan jenis ini kebanyakan manusia menempuh jalan awal pernikahan dengan pacaran, sesuatu yang tidak disyariatkan Sang Pencipta.

Melalui pacaran, pasangan yang berpacaran berharap bisa mengenal kepribadian dan seluk-beluk pasangannya sebelum akhirnya memutuskan untuk menempuh hidup bersama.
Walaupun lazim dilakukan manusia saat ini, ada juga yang tidak mengambil jalan pacaran ini, mereka menjadi generasi muda tanpa pacar dan hidup tanpa pacaran, bahasa gaul saat ini mencap mereka dengan gelar jomblo. Beberapa macam alasan saat orang mengambil pilihan untuk menjadi jomblo.

1. Studi dulu

Sebagian anak muda merasa sadar akan pentingnya ilmu yang harus ia pelajari, sehingga mereka menunda masalah hubungan dengan lawan jenis dengan alasan karena masih sekolah/kuliah.
Tidak bisa dipungkiri hubungan dengan lawan jenis berpotensi untuk mengganggu konsentrasi, apalagi jika hanya sekedar pacaran.

2. Kerja dulu

Kebanyakan orang tua juga setuju dengan alasan ini jika anaknya menjomblo. Biar kerja dulu, (agak) mapan dulu, biar bisa memberi makan anak orang, setelah itu silahkan pacaran!, demikianlah.
Orientasi bekerja tentu saja mencari penghasilan. Dengan demikian, yang belum bekerja dan tak ingin merepotkan orang tuanya mengambil alasan ini untuk tidak berpacaran.

3. Tidak laku-laku

Orang yang seperti ini termasuk kategori menjomblo tidak sengaja, biasanya mereka tidak memilih untuk menjomblo. Jadi jangan terkejut jika yang seperti ini masih giat mencari lawan jenis untuk dijadikan pacar, kalau ada yang mau, YA… AYO…!

4. Malu kepada lawan jenis

Ini alasan yang berhubungan dengan kepribadian, pada dasarnya malu adalah sikap terpuji, dalam banyak hal seharusnya kita mempunyai akhlak malu ini.

Dari Ibnu Umar Radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Malu adalah sebagian dari iman." (Muttafaq Alaihi)

Dari Ibnu Mas'ud Radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Di antara nasehat yang di dapat orang-orang dari sabda nabi-nabi terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu!" (HR. Bukhari)

Dalam pergaulan dengan lawan jenis, malu seharusnya lebih dikedepankan dan inilah sifat yang terpuji di mata syariat.
Namun, adanya malu pada seseorang bisa jadi bukan karena orang itu sadar syariat, tetapi karena merasa tidak percaya diri, malu yang seperti ini bisa hilang ketika suatu saat kelemahan-kelemahan diri bisa diatasi. jadi jangan heran jika tiba-tiba si pemalu menjadi pemberani dalam pergaulan lawan jenis setelah kelemahannya teratasi.

5. Karena ALLAH Subhanahu wa ta’ala

Alhamdulillah inilah alasan yang tepat, mengapa menjomblo? karena pacaran TIDAK DISYARIATKAN dan SARAT MAKSIAT.
Memang ketika ingin menikah harus mengenal dan mengetahui calon pasangan hidup, namun pacaran bukanlah cara yang mesti ditempuh. informasi mengenai calon pasangan hidup bisa diperoleh lewat sumber yang terpercaya; keluarganya, teman dekat maupun saudaranya tanpa harus mendekati si dia.


>>>> AGAR JOMBLO TETAP PD (Percaya Diri) <<<<<<

1. Niatkan karena Allah Subhanahu wata’ala

Inilah yang menyebabkan kita jadi percaya diri dalam status jomblo, ditengah-tengah kerumunan muda-mudi yang terjerumus dalam pacaran. InsyaAllah dengan berbekal niat seperti ini kita memperoleh pahala dari Allah Subhanahu wata’ala, sebab, kita meninggalkan perbuatan maksiat dalam rangka mendapatkan keridhoanNya.

2. Yakini bahwa aktivitas pacaran adalah maksiat

Di dalam pacaran ada serangkaian aktivitas maksiat yang mengantarkan pelakunya pada perbuatan zina. Mulai dari melihat, memegang, bersepi-sepi, dst. Yakini bahwa pacaran adalah perbuatan munkar, sehingga kita pun tenang mengatakan "ALHAMDULILLAH, AKU JOMBLO".

3. Tenang dengan takdir Allah Subhanahu wata’ala

Fitrah manusia memang selalu tertarik dengan lawan jenisnya, keinginan untuk menyalurkan ketertarikan kepada lawan jenis adalah sesuatu yang manusiawi. Namun jangan sampai hal ini membuat kita menempuh jala yang dilarang Allah Subhanahu wata’ala. Yakinlah dengan takdir Allah Subhanahu wata’ala, bahwa masa-masa itu akan datang (pernikahan).

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Allah telah menulis (di Lauhu Mahfuzh) segenap takdir makhluk 50.000 TAHUN sebelum Ia menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim)

Ibnu Umar berkata, "Demi Alah yang jiwa Ibnu Umar berada di tanganNya. Seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud lalu dia infakkan di jalan Allah, tidak akan diterima oleh Allah sebelum ia beriman kepada qadar/takdir."

4. Banyak-banyak melakukan amalan sholih

Gunakan setiap waktu yang diberikan oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan memperbanyak amalan sholih yang sesuai. Misalnya puasa sunnah, sholat malam, menghafal Al-Qur’an, birrul walidayn, dsb. Kesibukan dalam hal kebaikan ini akan memupus keinginan hati terhadap hal-hal yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wata’ala.

5. Gunakan waktu dengan sehebat mungkin

Jangan sampai waktu yang ada kita gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita, waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik merupakan penyakit berbahaya bagi pemikiran, akal dan badan.

6. Jauhi tontonan, bacaan dan hal-hal yang mendorong untuk berpacaran (termasuk di FACEBOOK)

Hati manusia itu lemah, bila dorongan untuk melakukan maksiat begitu besar maka seseorang akan mudah terpengaruh dalam perbuatan maksiat, dorongan itu bisa berasal dari tontonan, bacaan, lingkungan, yang dorongan tadi mesti ditepis jauh-jauh dengan menghindari sebab disisi lain, sepantasnya kita berusaha untuk mencari bacaan, tontonan dan lingkungan yang mendorong kita untuk semakin taat kepada Allah Subhanahu wata’ala.

sumber : Indahnya Islam


Sebarkan artikel ini untuk keluarga, sahabat, dan teman-teman Anda yang Anda cintai. Semoga bermanfaat..Jazakumullahu khayr..

Sabtu, 01 Agustus 2009

Hikmah Kegagalan

Senin 12 Desember 2005 siLam
tak sengaja ku membaca sebuah artikel yang mampu membakar semangat
sebuah kata-kata bergizi yang mampu menyihir seseorang yg merasakan kegagalan.
Kata-kata sederhana, yang sungguh bisa merubah pemikiran hidup bila sang pembaca mampu memaknai dan mengambil hikmah dengan sebuah tindakan fositif setelah membacanya.

Kawand, hanya ini sebuah usaha yg bisa mengembalikan semangatku, tak ada maksud lain dari catatan ini. Mut hanya berharap note ini bisa bermanfaat bagi saya sendiri dan bagi antum semuanya. Semoga bisa menjadi titik awal menuju perubahan yang lebih baik.



Bismillah...
Simak kata-kata yang akan antum baca dibawah ini dan renungkanlah ...
    Ya Allah apa Engkau mencoba mengatakan sesuatu kepadaku ? Karena ....
  • Kegagalan bukan berarti aku orang yang gagal
  • tapi berarti aku belum sukses
  • Kegagalan bukan berarti aku orang yang bodoh
  • tapi berarti aku memiliki cukup iman untuk diuji
  • Kegagalan bukan berarti aku orang yang memalukan
  • tapi berarti aku telah berani untuk mencoba
  • Kegagalan bukan berarti aku tidak memilikinya
  • tapi berarti aku memiliki sesuatu untuk dilakukan dengan cara yang berbeda
  • Kegagalan bukan berarti aku lebih rendah dari yang lain
  • tapi berarti aku tidaklah sempurna
  • Kegagalan bukan berarti aku telah menyianyiakan hidupku
  • tapi aku memiliki alasan untuk memulai lagi
  • Kegagalan bukan berarti aku harus menyerah
  • tapi berarti aku harus berusaha lebih keras lagi
  • Kegagalan bukan berarti aku tidak akan pernah berhasil
  • tapi berarti aku butuh lebih banyak berlatih
  • Kegagalan bukan berarti Engkau telah meninggalkan aku
  • tapi berarti Engkau pasti memiliki rencana yang lebih baik dariku


Allah berfirman yg artinya :
"Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"

ingatLah kawan, siapa yg bersungguh-sungguh akan berhasil...
Bismillah, lakukan ikhtiar yg terbaik ...
Yakinlah Allah ada bersama kita

Kita bisa
Kita HARUS bisa
Kita PASTI bisa

Azamkan dalam hati bahwa kau mampu melakukannya
Catatan ini ditulis di FB tgl 2 Agustus 2009