Maaf ya Allah, padahal Engkau begitu baik. Engkau memberikan rizki sehat, makanan yang cukup, tempat berteduh yang layak, maka Aku adalah hambamu yang bodoh dan tak tau berterimakasih. Maaf atas khilafku, dan orang-orang yang ada disekelilingku.
Kamis, 12 Januari 2017
Renungan
Maaf ya Allah, padahal Engkau begitu baik. Engkau memberikan rizki sehat, makanan yang cukup, tempat berteduh yang layak, maka Aku adalah hambamu yang bodoh dan tak tau berterimakasih. Maaf atas khilafku, dan orang-orang yang ada disekelilingku.
Kamis, 05 Februari 2015
Selamat Ulang Tahun Bunda :D
Kamis, 29 Januari 2015
Hamba Sahya
Senin, 23 Juni 2014
Muhasabah Before Ramadhan

Pernahkah engkau berpikir betapa kecilnya kita dihadapan Allah? Sungguh kecil, tidak ada apa-apanya, memikirkannya saja sungguh menyedihkan. Merenungkannya saja sungguh membuat rendah diri, karena betapa sering saya lalai, betapa selalu saya lupa bahwa saya tidak ada apa-apanya. Suatu hari saya tertegun, menangis karena nyatanya Allah begitu HEBAT. Menangis karena buktinya saya seringkali sombong, malu karena isi hati tak sebagus tulisan, tidak seindah ucapan, tidak sebaik perbuatan. Apakah selama ini saya hidup dalam topeng kepura-puraan. Saya menangis hanya karena memandangi gambar ini kawand, memperhatikan alam, memikirkan, dan merenungkannya.

Sungguh,ilmu saya begitu sempit karena bagaimanapun saya belum bisa membayangkan perbandingan matahari dengan bumi. Namun setelah dengan tidak sengaja menemukan gambar tersebut, saya belajar untuk lebih menghargai hidup. Mari kita renungkan dengan hati yang lapang, ada apa sebenarnya dengan gambar diatas? Sekilas memang terlihat biasa saja, teman-temanpun sudah tidak asing lagi melihatnya.Tapi ya Allah, betapa bumi yang saya diami ini begitu kecil, saya bahkan tidak bisa melihat benua asia, peta Indonesia, pulau jawa, atau bahkan kota bandung dari gambar ini. Dimana kota yang saya diami?, dimana kampung tempat saya tinggal?.Mana perumahan, sungai, pegunungan, dan kota-kota besar yang gedungnya,menaranya, begitu tinggi menjulang?. Masya Allah, nyatanya saya lebih kecil dari semua itu, sangat kecil dari debu sekalipun. Apakah mungkin sekecil bakteri atau molekul-molekul, yang untuk melihatnya saja butuh mikroskop. Subhanalloh, Walhamdulillah, Walaailaha’illalloh Wallohuakbar !!
Allah,
sungguh tak mungkin aku menduduki kursi kebesaranmu,
menggunakan sifat Maha Hebatnya Engkautidak pantas aku sombong di hadapan manusia,tidak elok merasa diri paling sempurnamerasa diri paling benarmerasa diri paling hebatsungguh tak pantasbahkan jika Engkau pinjami aku selendang ke AgunganMumeski sedetik saja
Sabtu, 31 Mei 2014
Da aku mah apa atuh?
Jumat, 09 Mei 2014
Save Our Children
Jika hari ini mereka begitu kelabu, apa yang terjadi esok lusa?Masihkah mereka berwarna?
- Lihat siapa yang mengasuhnya sewaktu kecil, apakah orang tua, nenek, kake atau pembantu rumah tangga. Hal ini penting, mengingat usia dini merupakan masa “pemodelan” untuk anak. Jadi setiap peranan pengasuh akan tertanam kuat di dalam otak anak yang masih imut-imutnya itu. Peran ayah atau ibu yang baik atau buruk akan menjadi teladan untuk dirinya. Namun fase pertama ini, bukan satu-satunya hal yang bisa membentuk anak menjadi jahat. Karena fase pertama ini, dipengaruhi oleh fase berikutnya.
- Lihatlah lingkungan sosialnya, fase pemodelan di usia kanak-kanak dipengaruhi kuat oleh lingkungan. Dalam hal ini saya menyebutnya “imitasi”. Lingkungan yang saya maksud di sini, tidak hanya sebatas tetangga kanan-kiri, depan-belakang, tetapi segala sesuatu yang termasuk di dalamnya. Diantaranya seperti budaya, adat istiadat, sekolah, masyarakat, dan peranan media. Faktor media di fase ini sangat berpengaruh, bulan maret lalu saya menyimak salah satu berita miris: seorang remaja tega menganiyaya mantan pacarnya, hingga meninggal dunia karena alasan sakit hati. Ini adalah salah satu gambaran, bahwa pemuda masa kini kurang mampu menahan emosi. Namun menurut ahli psikologi, hal ini disebabkan karena ia senang menonton film pembunuhan dari masa kanak-kanak sampai ia tumbuh menjadi remaja. Faktor lainnya, ia merasa tidak disayangi oleh orang tuanya terutama ayah. Sungguh miris. Pun bahaya media bisa kita rasakan dari tayangan sinetron yang banyak menyuguhkan bullying, cinta monyet, aksi kekerasan tanpa kita sadari dan tayangan yang membuat mata dan hati jauh dari mengingat Allah, jauh dari hal yang membawa manfaat. Maka sungguh awal kehancuran bilamana anak “mengimitasi” apa yang ia lihat, apa yang ia dengar, apa yang ia temukan dalam lingkungan sosialnya.Jika 3 dari 10 orang anak di setiap daerah demikian, apa kabar Indonesia dari sabang sampai merauke? Apa jadinya Indonesia beberapa tahun kedepan apabila anak-anak dan remajanya sudah terlihat memperihatinkan. Betapa sungguh hal mendidik dan mengkader anak manusia, bukanlah perkara sederhana.“Jika ia tidak bisa mewarnai lingkungannya, tentu ia akan terwarnai oleh lingkungan”. Berhati-hatilah.
- Fase ketiga ini merupakan gabungan dari fase satu dan dua yaitu “penguatan”. Apa yang ia terima di lingkungan keluarga dan sosial, seiring waktu akan mengendap dan menguat di dalam otak. Itu bisa membentuk karakter, perilaku, dan akhlaknya. Dalam fase penguatan ini saya berasumsi sebagai berikut:
- Lingkungan keluarga kondusif + lingkungan sosial kondusif = karakter anak menjadi kuat (sama/tidak terlalu jauh dari apa yang diharapkan).
- Lingkungan keluarga kondusif + lingkungan sosial kacau =
- Jika ayah dan ibu bekerja sesuai dengan peran dan tugasnya, anak merasa aman dan nyaman berada di lingkungan keluarga. Lingkungan sosialnya tidak akan membawa pengaruh besar, selama pondasi yang orangtua bangun positif dan kuat.
- Jika ayah atau ibu membangun pondasi positif tapi tidak kuat, anak bisa saja terbawa arus lingkungannya yang kacau.
- Dirumah anak merasa tidak berharga + lingkungan kondusif = anak merasa nyaman dengan lingkungan atau teman-temannya, (tumbuh kuat “mengimitasi” lingkungan sosialnya), tidak begitu dekat dengan keluarga.
- Dirumah anak merasa tidak berharga + lingkungan sosial kacau = anak bosan hidup (merasa hidupnya tidak berarti), sistem dalam otak terganggu sehingga ia lebih berani mengambil resiko, melakukan segala hal yang membuat dirinya senang tanpa memikirkan baik/buruk.
- Tanamkan pada anak, nilai-nilai agama sejak dini, hal yang paling penting adalah melatihhabit yakni dengan contoh/teladan. Anak senang meniru sehingga ia butuh contoh kongkrit tidak abstrak. Oleh karena itu ketika menanamkan nilai-nilai baik, tidak bisa hanya dengan kata-kata.
- Tanamkan nilai-nilai kebaikan (pendidikan moral) pada anak, karena Pada usia 0-7 tahun otak anak terbuka. Hal yang ia terima akan dilakukan ulang ketika dewasa.
- Berikan ia pengetahuan dasar tentang kasus kekerasan, tidak peru detail. Bila anda bingung untuk menjelaskan pada anak mari kita diskusikan ^_^
Minggu, 12 Januari 2014
Great Mother
Bismillah, ini adalah catatan akhir tahun.
Catatan lepasku dipenghujung masehi 2013
masa kanak-kanak merupakan gambaran manusia sebagai manusia. Perilaku yg berkelainan pada masa dewasa dapat dideteksi pada masa kanak-kanak.
Ada 13 permintaan anak, yang mungkin tidak pernah mereka ucapkan :
- Cintailah aku sepenuh hatimu
- Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku
- Cobalah mengerti aku dan cara belajarku
- Jangan marahi aku didepan orang banyak
- Jangan bandingkan aku dengan kakak atau adik ku
- Bapak ibu jangan lupa aku adalah photocopy mu
- Kian hari umur ku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil
- Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku
- Jangan ungkit – ungkit kesalahan ku
- Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah
- Aku adalah ladang pahala bagimu
- Jangan memarahi aku dengan perkataan – perkataan yang buruk, bukanlah apa yang keluar dari mulut mu adalah do’a bagiku?
- Jangan melaranngku hanya dengan kata “jangan” tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan hal tersebut
Senin, 30 Desember 2013
Berat...
jika nafasmu terasa berat karena masalah, maka bukalah matamu.Lihat, amati dan pelajari sekitarmu, kau akan tau bahwa masalahmu begitu kecil (mutia azahra)
Minggu, 29 Desember 2013
tentang pembimbing skripsi...
dan oh dear, siapapun itu.
Berhentilah bertanya kapan aku lulus, kapan aku sidang, kapan aku wisuda. Coba tanyakan saja pada Alloh, sungguh aku belum tahu kapan. Aku masih berdoa dan berusaha, semua ada proses dan waktunya bukan?
dan satu hal lagi, jangan bebani aku dengan masa depan yg belum pasti. Tentang mimpi-mimpi, rencana dan banyak hal lainnya yang masih rahasia. Biarkan aku menikmati perjuangan skripsiku, menikmati? ya, tentu saja dinikmati. Sungguh, lelah berjuang itu lebih nikmat daripada lelah fisik dan hati karena menganggur.
Sabtu, 02 November 2013
Perasaan Liar
Tidak jauh beda dengan perasaan liar, jika memang niat untuk serius menikah dengnya saja tidak ada. Melamar dan bilang sama orgtuanya-pun tidak punya keberanian. Haruskah kita menyimpan perasaan liar itu? Membiarkannya tumbuh mengotori hati dan pikiran. Membuat syetan tertawa senang dan semakin kerasan bersemayam.
Barang siapa yang tidak menyibukan diri dalam kebaikan, maka syetan akan menyibukanmu dalam keburukan.
Baiknya seperti apa? klo tidak dengan menikah ya tentu saja berlatih, berlatih dan berlatih untuk memangkas perasaan itu. Memotong bunga-bunga rindu dengan teganya. Memaksa hati untuk menormalkan perasaan. Susah memang, tapi bisa. Karena Allah sebaik-baik yang membulak-balikan hati. Maka perasaan liar itu jangan kau siram dengan perhatian, kau beri pupuk rindu dan rasa yang spesial (rasa spesial? yummy, terdengar seperti martabak). Yaa tidak apalah jika kau senang rumah hati mu tertutup rumput liar, membuat gelap, kotor, bau, tak terawat.
Setiap PANDANGAN yang tidak menghasilkan IBROH (pelajaran)
adalah KELALAIAN AKAL
Setiap DIAM yang tidak mengandung PIKIRAN adalah KELENGAHAN
Setiap BICARA yang tidak mencerminkan DZIKIR adalah SIA-SIA
Sahabat Ali Ra berkata :
semua kebaikan terangkum dalam 3 kata
Pandangan - Diam - Bicara
Orang yang hatinya selalu lekat dengan nama-Nya maka Allah akan menjadi matanya ketika dia melihat, Allah akan menjadi kakinya ketika dia melangkah. Allah akan menjadi tangannya ketika dia berbuat, Allah akan menjadi otaknya ketika ia berfikir.
Jika sedang dan akan mengerjakan sesuatu, hatinya selalu bertanya.
"Apakah Allah suka dengan yang saya kerjakan ini?"
Membiarkan hati di tumbuhi perasaan liar, sama artinya membiarkan tanaman dosa tumbuh di dalam rumah hati. Perasaan tersebut mungkin saja terasa indah, menyenangkan, membuat bahagia.Tentu saja rasanya indah, apalagi kalo yang ditanamnya bunga. Tapi apa jadinya jika bunga yang ditanam justru bunga berduri atau tanaman perasit yang merugikan? Seperti itu pun dengan perasaan liar, rasa bahagia yang tumbuh tidak akan mendapat pahala. Rasa rindu yang bersarang tidak akan membawa manfaat. Justru mungkin sebaliknya, memakan nutrisi-nutrisi pahala yang kita miliki. Membuat tanaman hati kita tak lagi sehat, dipenuhi hama, tanpa kita sadari. (Naudzubillah --")
ingatlah baik-baik."sesungguhnya SETAN itu adalah sesuatu yang PINTAR tetapi LEMAH. Sedangkan NAFSU adalah sesuatu yang KUAT tetapi BODOH. Jika keduanya bersatu, maka bertekuk lututlah manusia sehingga menjadi BODOH & LEMAH karena dikuasai SETAN yang PINTAR dan NAFSU yang KUAT" (anonim)
Yuk, kita kendalikan perasaan.
Agar indah, bersih dan menentramkan. Terhindar dari bisik-bisik nafsu yg menipu daya.
Bukan menggurui, tp mari kita sama2 berlatih mengendlikan hati
Yeaa, Latihan menulis lagi (^_^)
~mutia azahra, Catatan ini, tertulis asli di Faebook saya tgl 4 September 2013.
Sabtu, 15 Juni 2013
Rasanya Sedih :'(
Minggu, 09 Juni 2013
tentang penantian :')
Hidup adalah rangkaian penantian
Dimana bingkainya adalah ibadah
Sebagian tercipta dari lirih keluh kesah karena menunggu
Lain waktu adalah bisikan hati yg mencoba teguh
Bahkan mungkin, dari air mata penuh tanda tanya
Atau sekedar senyum dan tawa penghibur, pelepas penat
maka percayalah,
jika sebuah penantian tercipta dari ikhtiar panjang
terbuat dari rangkaian ibadah hanya karenaNya
terlukis dari rintih sabar, tangis ikhlas untukNya
maka,
seorang anak tak akan menangis menunggu ayah bundanya
seorang pelajar tak akan cemas menunggu kelulusannya
seorang mahasiswa tak akan stres berharap cepat wisuda
seorang remaja tak akan galau dengan status singelnya
seorang suami-istri tak akan gelisah atas penantian buah hatinya
seorang kake-nenek tak akan putus asa atas hidupnya
dan keluh kesah seorang yang di uji sakit tak akan pernah kita dengar
karena Allah sebaik-baik sutradara hidup
script writer terbaik dan hakim yang paling bijaksana
Hidup adalah bergerak
tak bisa jika hanya menunggu dan menanti
orang yang menunggu kaya sejatinya tak akan pernah kaya
orang yang mnunggu Allah berikan
kecerdasan, keahlian, keshalehan
akan sulit untuk maju dan berkembang
karena waktunya terisi oleh penantian tanpa ikhtiar
hidup ini tidak se klise dongeng
perlu diperjuangkan!
By, mutia azahra
edisi renungan.
Kamis, 23 Mei 2013
Hidup, ini tentang hidup
sebenarnya hidup ini apa ya Allah?
lalu apa, mengapa koran dan berita di TV membahas semua itu. Apakah inilah hidup yang sesungguhnya?
Hidup itu bernafas? so pasti
Hidup itu bergerak? setuju
- to be continue -
Selasa, 26 Maret 2013
peElpe server not found
Kenapa harus saya bilang ruarbiasa?
karena semua perjuangan itu dibangun dengan waktu yg tidak sedikit, ikhtiar yang pastinya tidak asal-asalan dan tentunya kocek yang turun dari hati orang2 yang mau berbagi dan berkontribusi utk pendidikan, utk SDM yang lebih baik. Padahal dibeberapa kota pelatihan animasi itu bisa berjuta2, lha ini FREE bapak ibu GRATIZ om tante dan sodara-sodara sekaliaaaan. (teriak dari puncak jaya wijaya :P). Sejatinya belajar memang kita lakukan dari buayan ibu sampe liang lahat, kita musti mati2an tuch mencari ilmu. Oleh karena itu budaya berbagi ilmu untuk siapapun, kapanpun dan dimanapun memang tidak boleh dipandang pake kacamata hitam (nah lo). Yoaaa, maksutnya, kita melihat orang yg berbagi ilmu itu tidak sebelah mata, tapi seharusnya kita harus bangga, mengapresiasi dan mendukung orang yang secara sukarela berbagi wawasannya.
Jadi inget firman Allah tentang orang yg berbagi, yg intinya jangan itungan, klo itungan maka Allah akan memberi rizqi kpd Mu dengan itungan juga. Tentunya siapa yg banyak memberi ia akan banyak menerima pula, dan ingatlah bahwa rizqi itu tidak selalu uang. Bisa berupa kesehatan, umur panjang, bahagia lahir batin, keluarga yg sholeh-sholehah, istri atau suami yang sholeh. Banyak bukan...??
Oia, sebenernya ada sesuatu yg mengganjal yg melatar belakangi tulisan ini dimuat. Apa coba?
sebenarnya itu sih biasa, ngga luar biasa. Toh mut juga sebenarnya biasa bergaul sama temen2 yang gokil gila, yang edan2. Halaaaah #apasih
Permasalahannya sederhana, 2 bln aq disana aku merasa jauh sama Allah. (sedih kan?) Iya soalnya aq ngerasa disana tuh fokus banget sama dunia, lirik kanan orang lagi pesbukan, lirik kiri orang yg lagi buat animasi pake blender, lihat ke depan ada papan, hehe maksudnya orang yg sibuk dengan kerjaannya, entah itu main game, ngedesain, nonton de el el daaah pokoknya. lihat kebelakang juga gk jauh beda. Disana aku tak pernah mencium wanginya akhirat kawan, terkadang sedih hati melihat semua itu. Ingin sekali mengingatkan, tapi rasanya so tau, so alim, so - sis so sin so baso (lhaahaaa, jd makanan bgni...)
Pernah terbesit dalam pikiran, ingiiin banget ngadain pengajian (whualaaa...) tapi pastinya itu cuman khayalan, tp aslinya sungguh khayalan yg indah jika melihat mereka adalah orang yg pandai animasinya dan tinggi pemahaman agamanya, dibarengi suka mengaji. Subhanalloh walhamdulillah bangeeeet daah...
Miris sebenarnya melihat beberapa orang dengan santainya meninggalkan sholat tanpa ada perasaan bersalah sedikitpun. Hmm kasian banget juga sih sama pemimpin and gegeduk disana yg tak pernah mengingatkan anak buahnya utk beribadah. Semoga saja kita semua tidak saling menjatuhkan di akhirat kelak (aamiin)
Rabu, 30 November 2011
SURAT DARI AKHWAT .....
Catatan ini dari FB Ros Chie Althafunnisa
Wahai ikhwan……
Dengarkanlah pula sejenak pesan kami barisan akhwat
untuk kalian..
Wahai ikhwan…………
Sungguh kami itu senang jika diperhatikan,
apalagi jika kalian adalah ikhwan yang dewasa,
atau ikhwan yang alim, atau ikhwan yang cool, atau ikhwan yang cerdas
padahal kami belum mampu berhijab secara baik,
karena itu tundukkanlah pandangan kalian dengan makna yang sebenarnya,
dan janganlah kalian ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya.
Jangan pernah kautatap kami penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihat kami.
Bukan, bukan karena kami terlalu indah,
tapi karena kami seorang yang masih kotor.
kami biasa memakai topeng keindahan pada wajah buruk kami,
mengenakan pakaian sutra emas yang akan bisa memalingkan diri kalian.
Wahai Akhi,
berhati-hatilah ketika kalian menyapa kami dengan chating didunia maya,
diskusi dengan hal-hal yang tidak perlu,
katanya dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah
Duhai Akhi……
Kami juga inginnya terus dekat dengan kalian para ikhwan,
tapi maaf…bukan karena apa-apa tapi lebih karena perhatian yang kalian berikan kepada kami,
meskipun sesungguhnya kami sangat malu akan hal ini,
terkadang kami pun terlepas kata dan tingkah laku,
yang malah menjadikan kami dan kalian semakin tak mengenal batas,
karena itu pertama nasihatilah kami akan azab Allah dan setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami
Akhi....
Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi.
Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, tapi itu fakta.
Sangat mudah membuat wanita bermimpi.
Akhi,
Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami.
Mungkin kami akan melengos kalau disapa.
Atau membuang muka kalau dipuji.
Tetapi, jujur saja, ada perasaan bangga.
Bukan kami suka pada antum (mungkin)..
Tapi suka karena diperhatikan “lebih”.
Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri.
Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci.
Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta’aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya.
Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan
tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.
Duhai akhi,
Tolong, kami hanya ingin menjaga diri.
Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti.
Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.
Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu,
jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu,
jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu
jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu,
jangan ajak hati kami berzina dengan berkhalwat denganmu
Wahai akhi,
kalian Sebagai saudara kami,
tolong, jaga kami.
Karena kami akan kuat menolak rayuan preman,
Tapi bisa jadi kami lemah dengan surat cinta kalian.
Bukankah akan lebih indah bila kita bertemu dengan jalan yang diberkahiNYA?
Bukankah lebih membahagiakan bila kita dipertemukan dalam kondisi diridhoiNYA?
Karenanya saudaraku…
Janganlah kita berbuka sebelum waktunya
Memanen sebelum masanya
Bersabarlah, tunggulah hingga saatnya tiba
Allahu a’lam bish shawwab…
~Peringatan buat sahabat2 dan jua pada diri ini yg sentiasa khilaf padaNya,
Akhir kata aku memohon Ampun kepada Allah..
Robb yang Maha Penyayang dan Maha Pemberi Petunjuk~
Kamis, 24 Juni 2010
I'm Offline FB [Part 2]
Aku tersenyum melihat buku yg kini sedang ku baca, mungkin dari sanalah inspirasi terbesar hingga ku memposting hal ini. Aku membacanya berulang dan kemudian aku garis bawahi. Hal ini yg membuatku semakin kuat untuk menghapus akun Fesbuk.
"iblis adalah sebuah wujud yang dengan izin Allah dapat membuat manusia terjebak dalam keraguan. Maka hembusan keraguan Iblis adalah nikmat dan rahmat. Sebab, setiap orang yang berhasil mencapai tujuannya, berarti dia telah menang dalam mengalahkan keraguan di hatinya dan berjaya dalam jihad terbesar (perang melawan hawa nafsu). Jika tidak ada hembusan keraguan dan jalan dosa, maka jalan ketaatan hanya satu arah saja. Iblis hanya mempunyai wewenang untuk menjadikan orang ragu-ragu."
Di dalam buku tsbt Iblis berkata :
Dengan harta dunia, sekelompok kambing dan sapi dapat memperdaya org2 padang pasir. Dengan makanan2 lezat dan manis, orang yang menyembah perut akan tersesat. Dengan alat musik, aku mampu mempedaya kaum wanita dan para pemuda. Dengan nyanyian dan lagu, aku mampu menyesatkan sebagian lainnya.
Hatiku bergumam, dan dengan fesbuk kau jadikan aku boneka yg lupa akan waktu. Membuatku terus menerus bermain hingga aku tak sadar bahwa waktu online lebih banyak dibandingkan membaca Al-Qur'an dan beribadah lainnya.
Bismillah, aku yakin tak akn pernah menyesal menghapusnya, walau kata kk ku remaja adalah kondisi dimana adanya ketidak stabilan antara emosi dan logika. Biarlah, aku tak akan pernah ragu karena"Hanya orang2 yg mementingkan Allah yg akan dipentingkan oleh Allah..." (Al-Ankabut[29]:69).
Namun kembali setan mengusikku, "Hai mut, untuk apa kau hapus akun fesbukmu ??. Kau masih bisa berdakwah secara online. Kau bisa meng-Update status yg kaya akan hikmah. Banyak sekali ladang amal yg bisa kau gali di internet. Bukakah hal tersebut termasuk mementingkan Allah?? Tak usah dihapus segala, cukup dengan ditutup sementara saja !. Atau menjadwalkan online beberapa jam sekali dalam seminggu."
eiiitzz....... STOP !!(hatiku, melawan.)
Hmm, aku menarik dafas dalam, aku geram dengan diriku sendiri. Ingin ku teriak,"aggh.. HENTIKAN !!" aku tak ingin lagi terlalu terpaut kpd internet, Insya Allah masih banyak orang2 yg bisa membagi waktunya, yang bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya, tidak seperti aku. !! Aku kemudian menasehati diri sendiri dan bertanya,
- Apakah sudah benar caranya bila memang update statusku selama ini hanya mengingatkan?
- Apakah yg ku tulis benar2 mengharap ridha Allah semata?
- Apakah semua orang perlu tau aktifitasmu? Apa tujuanmu?
Jauh dilubuk hati, aku berkata. Memang susah mencari amalan baik di internet apalagi jika iman sedang rapuh. Mata hati dan pikiran bisa jadi korban makanan empuk setan, karena bisa jadi setan mepedaya kita dengan fatamorgananya sehingga sesuatu yg buruk terlihat baik. Karena bisa jadi selama ini aku hanya berharap pujian serta keinginan untuk diberi jempol atau ucapan "Like this saja". Karena bisa jadi, terselip sombong dan rasa berbangga hati.Dan bisa jadi semua ini terlihat nikmat padahal mudharat. [Astagfirullahaladzim..]
Namun bukan berarti dengan menutup akun fesbuk aku terhindar dari kejaran setan. Ini hanya sebagian caraku, agar setan tidak terlalu sering bersamaku. Aggh, hus-Hus pergi kau jauh dariku. !!Allah dalam Al-Qur'an berfirman : "Barang siapa yg lupa mengingat Allah, maka setan akan menyesatkannya, sehingga dia akan selalu bersama setan."(Qs. Az-Zukhruf:36)
Bismillahirahmanirrahim, Insya Allah tekad mut udah bulat. Mut akan offline untuk selama-lamanya pada Hari Jum'at tgl 25 Juni 2010.
Tiada maksud apa2 dari catatan yg tergores ini, semua tulisan ini hanya kegundahan hati. Semua rangkaian kata ini milik Allah. Takan pernah tercipta dan takan pernah tertulis jika tanpa seizin-Nya. Takan pernah tercipta jika bukan ilmu dari-Nya.Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membacanya. Semoga dapat di ambil ilmu dan kebaikan yg terdapat didalamnya.
Semoga mut bisa mengisi waktu mut dengan hal yg lebih bermanfa'at
Terimakasih kepada semua teman2 di dunia maya, ma'af jika atas sifat, akhlaq dan laku diri mut pernah melukai. Sungguh semua khilaf bersumber dari hamba sebagai makhluk.
Wassalamualaikum wr.wb.
THE AND
I'm Offline FB [Part I]
Bismillah ^_^
Selasa 22 Juni 2010, Pukul 7 Petang
Sepulang Rapat UPTQ..
Ku terdiam di ramainya malam, lalu lalang mobil menemani diamku. Menunggu bis dibawah pohon rindang yg berpayung bintang. Sinar bulan seolah tersenyum, menerangiku dalam kalut yang kini berkecamuk. Hatiku tertegun tak berkata, pikiranku melayang tak ada hentinya mencari satu kata "Ya" atw "Ngga".
Ini benar2 mengusiku, entah mengapa semenjak kemarin ada yg aneh dalam diriku. Aku galau entah mengapa, namun faktor utama bukanlah masalah yang aku hadapi sekarang. Masalahnya terletak dalam diriku sendiri, aku benar2 "harus berubah !!" itulah kata2 yang ada dalam benaku.
Malam itu, bak di film sinetron, malaikat dan iblis seolah terasa sekali peperangannya. Bisikannya membuatku bingung untuk memilih. Bila hal ini dibiarkan terus menerus rasanya tak akan ada perubahan yang pasti dalam diriku. Belakangan ini "aku KECEWA kpd diriku sendiri", "Aku ingin MARAH", "aku KESAL".
Hal itu membuatku ingin offline selama-lamanya...
Akhirnya bis yg aku tunggu2pun datang, sepanjang perjalanan kulihat semua ciptaan Allah dari balik kaca. Begitu indah malam hari ini, namun pikiranku masih tetap sama. Kini bisikannya semakin terdengar jelas, andai saja seperti di senetron mungkin aku benar2 terbirit-birit ketakutan mendengar iblis dan malaikat disampingku yg waktu itu berperang argumen. Begini katanya :
Malaikat: "hapus saja akun fesbuknya, banyak sekali maksiat tanpa sadar yg ada di dlm fesbuk."
Iblis:"Jangan dong mut sayang klo dihapus, temen kamu udah banyak. Apalagi nanti punya adik baru angkatan 2010. Pasti temen kamu tambah banyak. Selain itu buat ajang silaturahmi juga khan?"
Malaikat :"Mut teman itu tidak perlu di cari di Dunia Maya. Kamu ini hidup di dunia nyata !! Ingat mut, semua amalan akan di hisab, terlalu banyak waktumu yg terbuang percuma. Coba apa yg akan engkau jawab ketika Allah menanyakan untuk apa umurmu digunakan??. Silaturahmi yg baik itu bertemu dengan orangnya langsung/saling berkunjung ke rumah. Karena dengan begitu akan bertambah erat persaudaraan, dengan cara seperti itu kamu bisa melihat langsung kondisinya, baik/ tidak, senang/sedih."
Iblis:"dari pada tidak silaturahmi sama sekali, meningan pake fesbuk lebih cepet dan ekonomis. Coba pikirkan bagaimana klo rumahnya jauh ?! Hmm.. untuk apa di hapus segala, selain sebagai alat komunikasi, juga sebagai sumber informasi."
Malaikat:"ayo mut teguhkan pendirianmu, kau terlalu sering meninggalkan Allah untuk fesbuk, kini berusahalah meninggalkan fesbuk untuk Allah. Hp masih bisa dijadikan alat komunikasi, banyak pula sumber informasi selain fesbuk. Ingat pula bahwa fesbuk adalah sumber penghasilan Yahudi untuk membantu zionis israel, melawan saudara se-Imanmu Palestina".
Aku tertegun tanpa suara, suara kondektur bis yg menagih tak kudengar kicauannya. Hingga akhirnya kondektur itupun menepuk pundakku. Aku keluar dari pikiranku sejenak. Galau yang kuarasakan tak bisa berhenti begitu saja, hingga tulisan ini dimuat aku masih tetap memikirkannya. Beberapa saat ku teringat sesuatu, ingat cerita t'rasi (guru makhraj dan tahsin) yg suka memotivasi dan kemudian teringat sms mang ucup (ketua UPTQ 2010) yg membuatku tersadar. Inilah smsnya :
Mang ucup
"mut udah hafal berapa juz?
sekarang masih suka halaqoh dimana?"
Ya Salam...
Ini pertanyaan susah amat mut jawab, lebih susah dari UN lebih sulit dari ujian SNMPTN (wHuaha lebay mode on) Lebih tepatnya bukan susah tp malu untuk menjawabnya. Akupun membalas sms beliau. kemudian beliaupun membalasnya.
Mang ucup
"Hmm... udh bagus, tinggal di tambah lagi hafalannya.
(hati mut bergumam, wHaduh jd kesindir nii..) Di tambah lagi y hafalanya, jd nanti klo di WISUDA udah hafal 30juz. SEMANGAT ia !!
Hal itu membuatku sedih, aku tak bisa membagi waktuku. Terlalu mudahnya untuk onnline membuatku lupa akan akhirat. Hatiku berteriak, ingin marah tapi pada siapa. Ingin menangispun tiada guna. Lubuk hatiku berbisik. "Aku kangen Allah"
"Aku menangis bukan karena takut mati atau karena kecintaanku kepada dunia. Akan tetapi, yang membuatku menangis adalah kesedihanku karena aku tidak bisa lagi berpuasa dan shalat malam.” (‘Amir bin ‘Abdi Qais)"
Jika Amir bin 'Abdi Qais ' saja telah berkata seperti itu, mungkin aku akan berkata:
"Aku sedih tidak bisa membagi waktuku, aku terlalu sibuk dgn dunia dan tidak punya bekal untuk akhirat. Aku ingin menangis....
karena Allah semakin jauh dariku"('muti fauziah')
To Be Continue

