Rabu, 23 Juni 2010

I Love You Mom

tak banyak berubah dari pribadi beliau.
masih tetap sama, masih tetap seperti duLu..

namun. ku lihat sebuah sisi yg tak pernah ku lihat sebelumnya.
yang membuat hatiku seolah menjerit dalam pekat ketidakberdayaan.

hasil operasi. membuat kondisinya mudah drop..
badannya kini begitu kurus.

esok beliau Milad,
ingin sekali rasanya memberikan sesuatu yg berharga untuknya.
walau dirasa tak mampu.

aku dan keluargaku memang tak pernah merayakan hari kelahiran.
bahkan tak pernah rasanya membuat pesta untuk merayakannya.
tak ada kue tar, tak ada lilin, tak ada make a wish. tak ada kado ulg thn
bila aku ulang tahun. beliau hanya menyuruhku untuk mengaji.

semakin dewasa. aku mengerti bahwa hal itu memang tdk perlu.
bertambahnya angka pada umur kita, sama artinya mengurangi jatah idup qta d dunia.

tak ayal lg. pemikiran seperti itu
sering membuat mataku berkaca" di setiap tgl 20 febuari
air mata itupun menitis, ketika ku memeluk beliau erat dan berbisik.
"selamat ulang tahun mama".
-------------------------------------------------------------------------

Ya Rahmman,
rasanya tak kuasa ku katakan kepada beliau
yg kini berjuang melawan sakitnya
rasanya tak kuasa ku katakan
kepadanya, yg sering terbaring tak berdaya.

ku simpan sedih dalam senyuman.
ku bingkai haru yg mengikis hati...
manakala ia ber ucap "teteh, mamah ingin sembuh"

tak ada luapan kata. dariku...
walau sesungguhnya ku ingin berbisik padanya.
Aku Mencintaimu Karena Allah, Happy Milad y Mah. Smga Cpt Sembuh....

Ditulis Tgl:19 Febuari 2010 pkl->19:23

Bilakah Rhasull Bertamu ?

Ditulis sebelumnya di FB saya Tgl: 10 Maret 2010

Bayangkan apabila Rasulullah dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita.
Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan?

Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah sudi menginap beberapa hari di rumah kita. Beliau tentu tersenyum... .....

Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam. Beliau tentu tetap tersenyum... .....

Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu. Beliau tentu tersenyum... ....

Bagaimana bila kemudian Rasulullah bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Shalawat kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mempelajarinya. Beliau tentu tersenyum... .....

Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Indonesian Idols atau AFI. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang shalat. Atau barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah. Beliau tentu tersenyum... .....

Belum lagi koleksi buku-buku kita. Belum lagi koleksi kaset kita. Belum lagi koleksi karaoke kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita? Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi. Beliau tentu tersenyum... .....

Barangkali kita menjadi malu karena pada saat Maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan shalat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al-Quran. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita. Beliau tentu tersenyum... ....

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita. Betapa senyum beliau masih ada di situ........

Bayangkan apabila Rasulullah tiba-tiba muncul di depan rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.

Maafkan kami ya Rasulullah.. .......
Masihkah beliau tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir....... .
Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah.. ......

Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan. Jangan jadikan Penghalang sebagai hambatan, tetapi jadikan sebagai pendorong aktifitas. Siapa yang mendiamkan saja kejahatan merajalela, dia itu membantu kejahatan! Sehalus-halusnya musibah adalah ketika kedekatan kita denganNya perlahan-lahan terenggut dan itu biasanya ditandai dengan menurunnya kualitas ibadah.

[Ditulis ulang, sumber : Seorang Hamba Allah]

Selasa, 15 Juni 2010

Go to Lembang with PP09

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Hri ini tepat pukul 8.35 malam....
kurangkai kata untuk sepenggal kisah yang terjadi kemarin dan siang tadi. Aku begitu ingin cepat menulisnya, aku begitu ingin cepat membaca hasilnya.
"ya, inilah sebuah cerita,
cerita tentang liburan pertamaku dengan keluarga baruku" Prekayasa Pembelajaran angkatan 2009. Ada sebuah rasa senang yg tak dapat terlukiskan, ketika kami memang benar-benar jadi untuk liburan. Bagaimana tidak !! rencana kami untuk pergi sering kali gagal di tengah jalan. Dan kini aku senang acaranya terRealisasi walau terkesan terburu-buru dan tanpa persiapan...

Hari itu kami memang tengah sibuk UAS terakhir filsafat, di tambah laporan observasi evaluasi pembelajaran yg belum rampung dan harus cepat dikumpulkan. Namun apa daya, waktu begitu cepat berlalu tanpa kompromi. Hingga aku berada di antara dua kubu yg saling bersikukuh dengan kepentingan keduanya. Hemat cerita, kami mengalami masalah miss comunication. Namun Allhamdulillah suasana telah mencair ketika kami sampai di rumah yang akan kami huni. Semua itu tentu saja karena pikiran dan mata tertuju pada satu objek yg sama bernama "VILA".

Hmm, kami sampai disana sekitar pukul 5 sore. Semua kawandku terlihat bahagia, tak ada satupun terlihat dari mereka wajah sedih ataupun murung. Kamipun bergegas masuk ingin melihat keadaan didalamnya. Waw subhanallah sekaLi.... (Subhanallah 2x, Subhanallah 3x, Hehe..)

kini mataku tertuju pada keadaan sekelilingku yg berubah menjadi kerlipan lampu dimalam hari. Keceriaan hari itu membuat kami tak sadar bahwa malam kian larut. Kurang lebih sekitar pukul 10 malam, kami berkumpul di ruang tengah untuk sharing kelas, hari itu kondisiku yg agak lelah di tambah selesai makan ayam bakar. Membuat ku ingin cepat memejamkan mata rasanya. Walau begitu tak mungkin ku lewatkan acara penting ini.


Malam itu semua anak telah berkumpul, mata kami tertuju pada satu kotak berwarna hitam, tampak didalamnya ada sesuatu yg membuat kami enggan untuk beralih pandangan, seolah kami tersihir oleh apa yg kami lihat. Ada sebuah tulisan tepat dibawah kotak hitam itu, bacaannya singkat padat dan jelas "samsung". Ya, itulah sebuah tv. Semua mata tertuju melihat pertandingan piala dunia (jepang VS kamerun) malam itu.

Kami harus segera mematikannya, sebelum hari benar2 larut dan mata benar2 terlelap. Malam itu tampak wajah semua anak serius, entah apa yg akan mereka bicarakan, tapi tiba2 saja kita membahas mengenai Drama yg di laksanakan beberapa minggu kebelakang. Ei sebagai sutradara meluapkan rasa terimakasih dan juga kesalnya, malam itu ia berbicara mengenai kekesalanya terhadap tim artistik terutama Ginanjar (GJ). Disambung dengan Alhaviz yg berkata tentang tidak enaknya ia menjadi anak buah yang selalu disuruh-suruh oleh GJ. Malam itu GJ tersudutkan, dia benar-benar berada dlm posisi yang tak enak.

Aku yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam seolah tak ingin ikutan. Dipinggirku ola, upi dan nurul memberi isyarat. Aku memang sudah mengerti apa yang terjadi, mereka memintaku untuk melakukan sesuatu. Dengan suara pelan akupun mulai berkata,

"Sebelumnya, saya memohon maaf karena tidak bisa berkontribusi dengan baik saat bekerja sebagai tim artistik.

*aku menghela nafas.

Tapi kalo kalian pengen tau, kenapa mut jarang hadir dan jarang membantu, itu karena mut pernah sakit hati sama kata-kata GJ
".

Sungguh tak kuasa aku mengatakannya, mengatakan sebuah kata2 yang tak seharusnya. Pikirku benar2 melayang sesaat setelah mengatakannya, hatiku bergumam "What are u say?? Really??". Dan entah mengapa saat itu, mataku berair, padahal aku benar2 tak mengundangnya bahkan ngSMS pun tak pernah. Namun tiba2 saja air mata itu menetes ketika mereka benar2 menyudutkan GJ. Tangan dan hatiku bergetar, suaraku mengeras dan aku menangis.

"Udah, hentikan !!. Kasian GJ dari tadi di pojokin terus, ini kan masalah aku ama dia. Kenapa kalian harus ikut-ikutan segala ?? Kita bisa menyelesaikan masalah ini berdua. Kenapa harus di perpanjang !!"

Sontak temen2 yang melihatku menangis, merasa terkejut. Pasalnya aku jarang terlihat menangis apalagi berkata seperti itu dihadapan banyak orang. Raut wajah mereka seolah bertanya-tanya. Melihat aku menangis, temen2 malah semakin menyalahkan GJ, padahal waktu itu aku benar2 lelah & ingin istirahat. Akupun pergi ke kamar, bak seperti film2 sinetron yg kalo marah langsung pergi begitu aja. Dalam hati, 100% jujur aku ingin tertawa. aku tersenyum dan bingung dengan ulah sendiri.

Di kamar aq terdiam dan berfikir, mengapa aku harus menangis?
Walau sebenarnya aq tau alasannya. Walau nyatanya bukan karena hari ini. Tapi mengapa rasanya begitu sulit untuk menahan tangisan ini.

Selama di vila yang ku ingat bukan liburan.
Tapi wajah mama yg sedang kesakitan
Wajah beliau yg bertanya-tanya
mengapa anaknya belum juga pulang.

semua itu karena,
Mama bilang, aku 'centil' karena jarang pulang
Mama bilang, aku 'centil' karena aku sering pulang malam
Mama bilang, aku 'centil' karena aku susah makan & sibuk dengan kegiataan

Dan sewaktu pergi ke vila
aku pergi tanpa izin kepada mamaku.
karena aku benci, jika mama bilang; aku centil.

Dan kini, aku mulai faham & mengerti.
Mama bilang begitu karena, selama sakit ia ingin aku berada disampingnya.
Mama bilang begitu karena, jika aku susah makan, aku bisa sakit.
Mama bilang begitu karena, dirumah ia begitu kesepian tanpa anak perempuannya.

Lalu mengapa?
mengapa aku begitu bodoh,
karena baru saat ini aku menyadarinya ?!

Lalu mengapa?
mengapa aku baru mengerti
mengerti, ketika semua itu tak dapat ku lihat & kudengar lagi...



kata2 bijak:
kita akan tau, begitu berharganya seseorang. Tatkala orang tsbt tidak lg bersama kita.
catatan asli, tertulis tanggal : 15 Juni 2010

Jumat, 11 Juni 2010

Berubah atau Terpuruk Selamanya ??

Bismillah...
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Menyisakan kepingan-kepingan cerita, melahirkan bigkaian-bingkaian hikmah yang sering kali terlupakan dalam setiap menitnya.
Seiring waktu berlalu, aku mulai mencoba memahami diri...
berat rasanya ku rasakan (bawa apaan kok berat??), sedih rasanya ku pikirkan (ywdh jgn dipikirin !!).

Hmm.. udh dech to the poin aja, dari pada harus muter2 duLu meningan jln TOL aja biar lurus and cepet. (Haduh, gax nyambung!). Agh, jadi ngelantur kemana2. siip ane mulai merangkai kata...

Aku tak tau apa yg terjadi (seperti biasa kamu emang suka ky gtu mut!).
Terlepas, setelah ada problem dlm diri yg terus berselisih. Entahlah, rasanya malaikat dan syetan begitu terasa peperangannya. Hingga kadang aku terserang serpihan bom yg syetan2 luncurkan. Aggh, hatiku geram. Namun serangannya begitu kuat. Aku benar2 harus merapatkan barisan, dan merancang serangan balasan.

ITU HARUS !!

Karena serangan nya, waktuku habis percuma tanpa Faidah.
Karena mengikuti maunya begitu banyak waktuku terbuang.
Karena bom nya aku malasThalabullilmi.
Dan lebih parah lagi, aku merasa Allah jauh dariku. Aku begitu sedih, apakah aku yg terlalu kotor sehingga Ia enggan melihatku lagi. Ataukah aku yg begitu bodoh, sehingga perintahNya seringkali aku lalaikan.

Jauh dilubuk hati, aku tau...
Mungkin benteng dan tameng yg ku miliki tidak sekokoh dulu. Kini tembok itu mulai rapuh dan tak pernah terawat lagi.
Begitu sedihnya saat ku ingat kembali, aku yang jarang shalat malam dan puasa sunnah.
Aku yg kadang melewatkan tilawah, aku yg kadang mengakhirkan shalat demi tugas2 ku di Dunia.
"Dimana Allah engkau Simpan ?", hatiku bertanya.

Hatiku seolah Menghakimiku ...
Padahal engkau tau Dia-lah yg mau menolongmu dalam kegundahan.
Padahal engkau tau Dia-lah yg begitu menyayangimu.
Apakah engkau berfikir? Bila Ia tidak menyayangi mu hari ini kau tak Ia izinkan untuk bernafas, Apakah engkau tau, bila Ia marah mungkin kau akan di musnahkannya.

Ketahuilah, Ia Maha Rahmaan & Rahim. Ia begitu menyayangimu lebih dari orang tua mu. Namun kini, engkau telah membuatNya bersedih...
engkau telah membuatNya kecewa ....

Dimanakah rasa syukur mu, atas nikmat yg telah Ia beri ??
Dimanakah engkau ketika Ia menyerumu untuk beribadah ??

Begitu sombongnya engkau wahai tanah !!

Aku tak tau lagi harus bagaimana..
Aku tak ingin sebuah tulisan dan sebuah niat yg tak pernah terRealisasi.
Begitu sedih melihat diriku saat ini, yg begitu larut disibukan oleh dunia yg fana.

kondisi ini membuatku ingin pesantren saja...
Aku rindu rasa yg damai itu, rasa damai dlm hati. Sungguh aku benar2 merindukanNya...

Jumat, 04 Juni 2010

For the Rest of My life ^_^

I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you
Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
OOOOO
And theres a couple words I want to say
Chorus:
For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you.loving you
For the rest of my life
Through days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I…I`ll be there for you
I know that deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You`re my wife and my friend and my strength
And I pray we`re together eternally
Now I find myself so strong
Everything changed when you came along
OOOO
And theres a couple word I want to say
*Repeat Chorus
I know that deep in my heart now that you`re here
Infront of me I strongly feel love
And I have no doubt
And I`m singing loud that I`ll love you eternally
Repeat Chorus
I know that deep in my heart..

Selasa, 01 Juni 2010

Insya Allah (Maher Zain)

Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can’t see which way to go
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Everytime you can make one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
OOO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astraYou’re the only one that showed me
the way,
Showed me the way x2
Insha Allah x3
Insya Allah we’ll find the way

Senin, 31 Mei 2010

Siapakah ??

Belakangan ini ada yang aneh denganku, entah mengapa lingkunganku terasa berubah cepat. Entah aku sendiri yang terlalu menanggapinya, atau hanya sebuah perasaan penat yang tak ada habisnya menghantui.

Lama nian tak ku buka blog ini, agenda yang padat membuatku lama tak terjun dalam dunia tulis menulis. Belakangan ini ana disibukan dengan sesuatu yang ana senangi, insya Allah hal ini bermanfaat. Suatu hari di sela-sela kesibukan itu, ana menerima sebuah sms dari kawandku yg berbunyi :

“Siapkan Batik !!” Insya Allah, tgl 26 Mei 2010
Kang Ijang 07 dan Teh Tetty 08 akan menikah.

Ana tersenyum, hmm subhanallah… sebuah drama percintaan yang terbingkai sebuah keimanan. Begitu tenang menghanyutkan, sangat indah tak terbayangkan. [ Lebay dch mut !!]. Oh, bagaimana tidak !! zaman sekarang pacaran adalah satu-satunya jalan menunjukan rasa cinta di kalangan remaja. Padahal belum tentu orang yang menjadi pacarnya tersebut akan menjadi istrinya.

Kejadian ini membuatku kagum, secara tidak langsung mereka telah berdakwah. Hal ini membuat hatiku bertanya, siapakah yang mengisi ruang hatiku yang kosong ini kelak ??. Aku terbayang seorang ikhwan yang belum lama ini ku kenal. Ku buang jauh pikiran itu merasa tak mungkin aku bersanding dengannya. Beberapa saat kemudian ku update status FB ku :


Sesaat kemudian kaka tingkatku mengomentarinya.

Kata2 kaka tingkatku itu membuatku sedikit termotivasi. "What sedikit??". Hmm habisnya ana ngerasa itu hal yang tidak mungkin. Meskipun ana tau tak ada sesuatu yang tak mungkin bagi Allah. Faktornya banyak, mungkin ana bukan level'a, tak mungkin bisa ku menjangkau langit dan memegang awan. Bila pada kenyataannya aku ini hanya setumpukan tanah !! (intinya ??).
Yach, intinya ana mengalah sebelum berperang. Kadang kita harus berpikir realistis terhadap sesuatu, kadang pula kita harus bermimpi untuk mendapatkan nya.

Wallahu'alam ...
Hanya sebatas kagum yg kumiliki untukmu.
Terimakasih telah menjadi inspirasiku....