Rabu, 23 Juni 2010

Ga Punya Pacar itu Pilihan

Kebanyakan manusia tidak begitu saja menempuh jalan yang disyariatkan penciptanya. Kadang mereka membuat aturan sendiri pada beberapa masalah. Pada masalah menjalin hubungan dengan lawan jenis ini kebanyakan manusia menempuh jalan awal pernikahan dengan pacaran, sesuatu yang tidak disyariatkan Sang Pencipta.

Melalui pacaran, pasangan yang berpacaran berharap bisa mengenal kepribadian dan seluk-beluk pasangannya sebelum akhirnya memutuskan untuk menempuh hidup bersama.
Walaupun lazim dilakukan manusia saat ini, ada juga yang tidak mengambil jalan pacaran ini, mereka menjadi generasi muda tanpa pacar dan hidup tanpa pacaran, bahasa gaul saat ini mencap mereka dengan gelar jomblo. Beberapa macam alasan saat orang mengambil pilihan untuk menjadi jomblo.

1. Studi dulu

Sebagian anak muda merasa sadar akan pentingnya ilmu yang harus ia pelajari, sehingga mereka menunda masalah hubungan dengan lawan jenis dengan alasan karena masih sekolah/kuliah.
Tidak bisa dipungkiri hubungan dengan lawan jenis berpotensi untuk mengganggu konsentrasi, apalagi jika hanya sekedar pacaran.

2. Kerja dulu

Kebanyakan orang tua juga setuju dengan alasan ini jika anaknya menjomblo. Biar kerja dulu, (agak) mapan dulu, biar bisa memberi makan anak orang, setelah itu silahkan pacaran!, demikianlah.
Orientasi bekerja tentu saja mencari penghasilan. Dengan demikian, yang belum bekerja dan tak ingin merepotkan orang tuanya mengambil alasan ini untuk tidak berpacaran.

3. Tidak laku-laku

Orang yang seperti ini termasuk kategori menjomblo tidak sengaja, biasanya mereka tidak memilih untuk menjomblo. Jadi jangan terkejut jika yang seperti ini masih giat mencari lawan jenis untuk dijadikan pacar, kalau ada yang mau, YA… AYO…!

4. Malu kepada lawan jenis

Ini alasan yang berhubungan dengan kepribadian, pada dasarnya malu adalah sikap terpuji, dalam banyak hal seharusnya kita mempunyai akhlak malu ini.

Dari Ibnu Umar Radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Malu adalah sebagian dari iman." (Muttafaq Alaihi)

Dari Ibnu Mas'ud Radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Di antara nasehat yang di dapat orang-orang dari sabda nabi-nabi terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu!" (HR. Bukhari)

Dalam pergaulan dengan lawan jenis, malu seharusnya lebih dikedepankan dan inilah sifat yang terpuji di mata syariat.
Namun, adanya malu pada seseorang bisa jadi bukan karena orang itu sadar syariat, tetapi karena merasa tidak percaya diri, malu yang seperti ini bisa hilang ketika suatu saat kelemahan-kelemahan diri bisa diatasi. jadi jangan heran jika tiba-tiba si pemalu menjadi pemberani dalam pergaulan lawan jenis setelah kelemahannya teratasi.

5. Karena ALLAH Subhanahu wa ta’ala

Alhamdulillah inilah alasan yang tepat, mengapa menjomblo? karena pacaran TIDAK DISYARIATKAN dan SARAT MAKSIAT.
Memang ketika ingin menikah harus mengenal dan mengetahui calon pasangan hidup, namun pacaran bukanlah cara yang mesti ditempuh. informasi mengenai calon pasangan hidup bisa diperoleh lewat sumber yang terpercaya; keluarganya, teman dekat maupun saudaranya tanpa harus mendekati si dia.


>>>> AGAR JOMBLO TETAP PD (Percaya Diri) <<<<<<

1. Niatkan karena Allah Subhanahu wata’ala

Inilah yang menyebabkan kita jadi percaya diri dalam status jomblo, ditengah-tengah kerumunan muda-mudi yang terjerumus dalam pacaran. InsyaAllah dengan berbekal niat seperti ini kita memperoleh pahala dari Allah Subhanahu wata’ala, sebab, kita meninggalkan perbuatan maksiat dalam rangka mendapatkan keridhoanNya.

2. Yakini bahwa aktivitas pacaran adalah maksiat

Di dalam pacaran ada serangkaian aktivitas maksiat yang mengantarkan pelakunya pada perbuatan zina. Mulai dari melihat, memegang, bersepi-sepi, dst. Yakini bahwa pacaran adalah perbuatan munkar, sehingga kita pun tenang mengatakan "ALHAMDULILLAH, AKU JOMBLO".

3. Tenang dengan takdir Allah Subhanahu wata’ala

Fitrah manusia memang selalu tertarik dengan lawan jenisnya, keinginan untuk menyalurkan ketertarikan kepada lawan jenis adalah sesuatu yang manusiawi. Namun jangan sampai hal ini membuat kita menempuh jala yang dilarang Allah Subhanahu wata’ala. Yakinlah dengan takdir Allah Subhanahu wata’ala, bahwa masa-masa itu akan datang (pernikahan).

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Allah telah menulis (di Lauhu Mahfuzh) segenap takdir makhluk 50.000 TAHUN sebelum Ia menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim)

Ibnu Umar berkata, "Demi Alah yang jiwa Ibnu Umar berada di tanganNya. Seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud lalu dia infakkan di jalan Allah, tidak akan diterima oleh Allah sebelum ia beriman kepada qadar/takdir."

4. Banyak-banyak melakukan amalan sholih

Gunakan setiap waktu yang diberikan oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan memperbanyak amalan sholih yang sesuai. Misalnya puasa sunnah, sholat malam, menghafal Al-Qur’an, birrul walidayn, dsb. Kesibukan dalam hal kebaikan ini akan memupus keinginan hati terhadap hal-hal yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wata’ala.

5. Gunakan waktu dengan sehebat mungkin

Jangan sampai waktu yang ada kita gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita, waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik merupakan penyakit berbahaya bagi pemikiran, akal dan badan.

6. Jauhi tontonan, bacaan dan hal-hal yang mendorong untuk berpacaran (termasuk di FACEBOOK)

Hati manusia itu lemah, bila dorongan untuk melakukan maksiat begitu besar maka seseorang akan mudah terpengaruh dalam perbuatan maksiat, dorongan itu bisa berasal dari tontonan, bacaan, lingkungan, yang dorongan tadi mesti ditepis jauh-jauh dengan menghindari sebab disisi lain, sepantasnya kita berusaha untuk mencari bacaan, tontonan dan lingkungan yang mendorong kita untuk semakin taat kepada Allah Subhanahu wata’ala.

sumber : Indahnya Islam


Sebarkan artikel ini untuk keluarga, sahabat, dan teman-teman Anda yang Anda cintai. Semoga bermanfaat..Jazakumullahu khayr..

I Love You Mom

tak banyak berubah dari pribadi beliau.
masih tetap sama, masih tetap seperti duLu..

namun. ku lihat sebuah sisi yg tak pernah ku lihat sebelumnya.
yang membuat hatiku seolah menjerit dalam pekat ketidakberdayaan.

hasil operasi. membuat kondisinya mudah drop..
badannya kini begitu kurus.

esok beliau Milad,
ingin sekali rasanya memberikan sesuatu yg berharga untuknya.
walau dirasa tak mampu.

aku dan keluargaku memang tak pernah merayakan hari kelahiran.
bahkan tak pernah rasanya membuat pesta untuk merayakannya.
tak ada kue tar, tak ada lilin, tak ada make a wish. tak ada kado ulg thn
bila aku ulang tahun. beliau hanya menyuruhku untuk mengaji.

semakin dewasa. aku mengerti bahwa hal itu memang tdk perlu.
bertambahnya angka pada umur kita, sama artinya mengurangi jatah idup qta d dunia.

tak ayal lg. pemikiran seperti itu
sering membuat mataku berkaca" di setiap tgl 20 febuari
air mata itupun menitis, ketika ku memeluk beliau erat dan berbisik.
"selamat ulang tahun mama".
-------------------------------------------------------------------------

Ya Rahmman,
rasanya tak kuasa ku katakan kepada beliau
yg kini berjuang melawan sakitnya
rasanya tak kuasa ku katakan
kepadanya, yg sering terbaring tak berdaya.

ku simpan sedih dalam senyuman.
ku bingkai haru yg mengikis hati...
manakala ia ber ucap "teteh, mamah ingin sembuh"

tak ada luapan kata. dariku...
walau sesungguhnya ku ingin berbisik padanya.
Aku Mencintaimu Karena Allah, Happy Milad y Mah. Smga Cpt Sembuh....

Ditulis Tgl:19 Febuari 2010 pkl->19:23

Bilakah Rhasull Bertamu ?

Ditulis sebelumnya di FB saya Tgl: 10 Maret 2010

Bayangkan apabila Rasulullah dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita.
Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan?

Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah sudi menginap beberapa hari di rumah kita. Beliau tentu tersenyum... .....

Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam. Beliau tentu tetap tersenyum... .....

Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu. Beliau tentu tersenyum... ....

Bagaimana bila kemudian Rasulullah bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Shalawat kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mempelajarinya. Beliau tentu tersenyum... .....

Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Indonesian Idols atau AFI. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang shalat. Atau barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah. Beliau tentu tersenyum... .....

Belum lagi koleksi buku-buku kita. Belum lagi koleksi kaset kita. Belum lagi koleksi karaoke kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita? Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi. Beliau tentu tersenyum... .....

Barangkali kita menjadi malu karena pada saat Maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan shalat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al-Quran. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita. Beliau tentu tersenyum... ....

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita. Betapa senyum beliau masih ada di situ........

Bayangkan apabila Rasulullah tiba-tiba muncul di depan rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.

Maafkan kami ya Rasulullah.. .......
Masihkah beliau tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir....... .
Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah.. ......

Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan. Jangan jadikan Penghalang sebagai hambatan, tetapi jadikan sebagai pendorong aktifitas. Siapa yang mendiamkan saja kejahatan merajalela, dia itu membantu kejahatan! Sehalus-halusnya musibah adalah ketika kedekatan kita denganNya perlahan-lahan terenggut dan itu biasanya ditandai dengan menurunnya kualitas ibadah.

[Ditulis ulang, sumber : Seorang Hamba Allah]

Selasa, 15 Juni 2010

Go to Lembang with PP09

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Hri ini tepat pukul 8.35 malam....
kurangkai kata untuk sepenggal kisah yang terjadi kemarin dan siang tadi. Aku begitu ingin cepat menulisnya, aku begitu ingin cepat membaca hasilnya.
"ya, inilah sebuah cerita,
cerita tentang liburan pertamaku dengan keluarga baruku" Prekayasa Pembelajaran angkatan 2009. Ada sebuah rasa senang yg tak dapat terlukiskan, ketika kami memang benar-benar jadi untuk liburan. Bagaimana tidak !! rencana kami untuk pergi sering kali gagal di tengah jalan. Dan kini aku senang acaranya terRealisasi walau terkesan terburu-buru dan tanpa persiapan...

Hari itu kami memang tengah sibuk UAS terakhir filsafat, di tambah laporan observasi evaluasi pembelajaran yg belum rampung dan harus cepat dikumpulkan. Namun apa daya, waktu begitu cepat berlalu tanpa kompromi. Hingga aku berada di antara dua kubu yg saling bersikukuh dengan kepentingan keduanya. Hemat cerita, kami mengalami masalah miss comunication. Namun Allhamdulillah suasana telah mencair ketika kami sampai di rumah yang akan kami huni. Semua itu tentu saja karena pikiran dan mata tertuju pada satu objek yg sama bernama "VILA".

Hmm, kami sampai disana sekitar pukul 5 sore. Semua kawandku terlihat bahagia, tak ada satupun terlihat dari mereka wajah sedih ataupun murung. Kamipun bergegas masuk ingin melihat keadaan didalamnya. Waw subhanallah sekaLi.... (Subhanallah 2x, Subhanallah 3x, Hehe..)

kini mataku tertuju pada keadaan sekelilingku yg berubah menjadi kerlipan lampu dimalam hari. Keceriaan hari itu membuat kami tak sadar bahwa malam kian larut. Kurang lebih sekitar pukul 10 malam, kami berkumpul di ruang tengah untuk sharing kelas, hari itu kondisiku yg agak lelah di tambah selesai makan ayam bakar. Membuat ku ingin cepat memejamkan mata rasanya. Walau begitu tak mungkin ku lewatkan acara penting ini.


Malam itu semua anak telah berkumpul, mata kami tertuju pada satu kotak berwarna hitam, tampak didalamnya ada sesuatu yg membuat kami enggan untuk beralih pandangan, seolah kami tersihir oleh apa yg kami lihat. Ada sebuah tulisan tepat dibawah kotak hitam itu, bacaannya singkat padat dan jelas "samsung". Ya, itulah sebuah tv. Semua mata tertuju melihat pertandingan piala dunia (jepang VS kamerun) malam itu.

Kami harus segera mematikannya, sebelum hari benar2 larut dan mata benar2 terlelap. Malam itu tampak wajah semua anak serius, entah apa yg akan mereka bicarakan, tapi tiba2 saja kita membahas mengenai Drama yg di laksanakan beberapa minggu kebelakang. Ei sebagai sutradara meluapkan rasa terimakasih dan juga kesalnya, malam itu ia berbicara mengenai kekesalanya terhadap tim artistik terutama Ginanjar (GJ). Disambung dengan Alhaviz yg berkata tentang tidak enaknya ia menjadi anak buah yang selalu disuruh-suruh oleh GJ. Malam itu GJ tersudutkan, dia benar-benar berada dlm posisi yang tak enak.

Aku yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam seolah tak ingin ikutan. Dipinggirku ola, upi dan nurul memberi isyarat. Aku memang sudah mengerti apa yang terjadi, mereka memintaku untuk melakukan sesuatu. Dengan suara pelan akupun mulai berkata,

"Sebelumnya, saya memohon maaf karena tidak bisa berkontribusi dengan baik saat bekerja sebagai tim artistik.

*aku menghela nafas.

Tapi kalo kalian pengen tau, kenapa mut jarang hadir dan jarang membantu, itu karena mut pernah sakit hati sama kata-kata GJ
".

Sungguh tak kuasa aku mengatakannya, mengatakan sebuah kata2 yang tak seharusnya. Pikirku benar2 melayang sesaat setelah mengatakannya, hatiku bergumam "What are u say?? Really??". Dan entah mengapa saat itu, mataku berair, padahal aku benar2 tak mengundangnya bahkan ngSMS pun tak pernah. Namun tiba2 saja air mata itu menetes ketika mereka benar2 menyudutkan GJ. Tangan dan hatiku bergetar, suaraku mengeras dan aku menangis.

"Udah, hentikan !!. Kasian GJ dari tadi di pojokin terus, ini kan masalah aku ama dia. Kenapa kalian harus ikut-ikutan segala ?? Kita bisa menyelesaikan masalah ini berdua. Kenapa harus di perpanjang !!"

Sontak temen2 yang melihatku menangis, merasa terkejut. Pasalnya aku jarang terlihat menangis apalagi berkata seperti itu dihadapan banyak orang. Raut wajah mereka seolah bertanya-tanya. Melihat aku menangis, temen2 malah semakin menyalahkan GJ, padahal waktu itu aku benar2 lelah & ingin istirahat. Akupun pergi ke kamar, bak seperti film2 sinetron yg kalo marah langsung pergi begitu aja. Dalam hati, 100% jujur aku ingin tertawa. aku tersenyum dan bingung dengan ulah sendiri.

Di kamar aq terdiam dan berfikir, mengapa aku harus menangis?
Walau sebenarnya aq tau alasannya. Walau nyatanya bukan karena hari ini. Tapi mengapa rasanya begitu sulit untuk menahan tangisan ini.

Selama di vila yang ku ingat bukan liburan.
Tapi wajah mama yg sedang kesakitan
Wajah beliau yg bertanya-tanya
mengapa anaknya belum juga pulang.

semua itu karena,
Mama bilang, aku 'centil' karena jarang pulang
Mama bilang, aku 'centil' karena aku sering pulang malam
Mama bilang, aku 'centil' karena aku susah makan & sibuk dengan kegiataan

Dan sewaktu pergi ke vila
aku pergi tanpa izin kepada mamaku.
karena aku benci, jika mama bilang; aku centil.

Dan kini, aku mulai faham & mengerti.
Mama bilang begitu karena, selama sakit ia ingin aku berada disampingnya.
Mama bilang begitu karena, jika aku susah makan, aku bisa sakit.
Mama bilang begitu karena, dirumah ia begitu kesepian tanpa anak perempuannya.

Lalu mengapa?
mengapa aku begitu bodoh,
karena baru saat ini aku menyadarinya ?!

Lalu mengapa?
mengapa aku baru mengerti
mengerti, ketika semua itu tak dapat ku lihat & kudengar lagi...



kata2 bijak:
kita akan tau, begitu berharganya seseorang. Tatkala orang tsbt tidak lg bersama kita.
catatan asli, tertulis tanggal : 15 Juni 2010

Jumat, 11 Juni 2010

Berubah atau Terpuruk Selamanya ??

Bismillah...
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Menyisakan kepingan-kepingan cerita, melahirkan bigkaian-bingkaian hikmah yang sering kali terlupakan dalam setiap menitnya.
Seiring waktu berlalu, aku mulai mencoba memahami diri...
berat rasanya ku rasakan (bawa apaan kok berat??), sedih rasanya ku pikirkan (ywdh jgn dipikirin !!).

Hmm.. udh dech to the poin aja, dari pada harus muter2 duLu meningan jln TOL aja biar lurus and cepet. (Haduh, gax nyambung!). Agh, jadi ngelantur kemana2. siip ane mulai merangkai kata...

Aku tak tau apa yg terjadi (seperti biasa kamu emang suka ky gtu mut!).
Terlepas, setelah ada problem dlm diri yg terus berselisih. Entahlah, rasanya malaikat dan syetan begitu terasa peperangannya. Hingga kadang aku terserang serpihan bom yg syetan2 luncurkan. Aggh, hatiku geram. Namun serangannya begitu kuat. Aku benar2 harus merapatkan barisan, dan merancang serangan balasan.

ITU HARUS !!

Karena serangan nya, waktuku habis percuma tanpa Faidah.
Karena mengikuti maunya begitu banyak waktuku terbuang.
Karena bom nya aku malasThalabullilmi.
Dan lebih parah lagi, aku merasa Allah jauh dariku. Aku begitu sedih, apakah aku yg terlalu kotor sehingga Ia enggan melihatku lagi. Ataukah aku yg begitu bodoh, sehingga perintahNya seringkali aku lalaikan.

Jauh dilubuk hati, aku tau...
Mungkin benteng dan tameng yg ku miliki tidak sekokoh dulu. Kini tembok itu mulai rapuh dan tak pernah terawat lagi.
Begitu sedihnya saat ku ingat kembali, aku yang jarang shalat malam dan puasa sunnah.
Aku yg kadang melewatkan tilawah, aku yg kadang mengakhirkan shalat demi tugas2 ku di Dunia.
"Dimana Allah engkau Simpan ?", hatiku bertanya.

Hatiku seolah Menghakimiku ...
Padahal engkau tau Dia-lah yg mau menolongmu dalam kegundahan.
Padahal engkau tau Dia-lah yg begitu menyayangimu.
Apakah engkau berfikir? Bila Ia tidak menyayangi mu hari ini kau tak Ia izinkan untuk bernafas, Apakah engkau tau, bila Ia marah mungkin kau akan di musnahkannya.

Ketahuilah, Ia Maha Rahmaan & Rahim. Ia begitu menyayangimu lebih dari orang tua mu. Namun kini, engkau telah membuatNya bersedih...
engkau telah membuatNya kecewa ....

Dimanakah rasa syukur mu, atas nikmat yg telah Ia beri ??
Dimanakah engkau ketika Ia menyerumu untuk beribadah ??

Begitu sombongnya engkau wahai tanah !!

Aku tak tau lagi harus bagaimana..
Aku tak ingin sebuah tulisan dan sebuah niat yg tak pernah terRealisasi.
Begitu sedih melihat diriku saat ini, yg begitu larut disibukan oleh dunia yg fana.

kondisi ini membuatku ingin pesantren saja...
Aku rindu rasa yg damai itu, rasa damai dlm hati. Sungguh aku benar2 merindukanNya...

Jumat, 04 Juni 2010

For the Rest of My life ^_^

I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you
Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
OOOOO
And theres a couple words I want to say
Chorus:
For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you.loving you
For the rest of my life
Through days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I…I`ll be there for you
I know that deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You`re my wife and my friend and my strength
And I pray we`re together eternally
Now I find myself so strong
Everything changed when you came along
OOOO
And theres a couple word I want to say
*Repeat Chorus
I know that deep in my heart now that you`re here
Infront of me I strongly feel love
And I have no doubt
And I`m singing loud that I`ll love you eternally
Repeat Chorus
I know that deep in my heart..

Selasa, 01 Juni 2010

Insya Allah (Maher Zain)

Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can’t see which way to go
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Everytime you can make one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
OOO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astraYou’re the only one that showed me
the way,
Showed me the way x2
Insha Allah x3
Insya Allah we’ll find the way