Ada apa,
Aku bukan gula !
Aku bukan kembang desa !
Aku bukan artis atau penyanyi !
Aku bukan salah satu dari girl band !
agggh gak suka, bisakah berhenti untuk seperti ini
kau..kau..kau..kau...kau...dan kau....
tolong, saya gak suka di puja atau di puji
dikagumi atau dijadikan idola sekalipun
gak usah kangen, gak perlu ingin ketemu
tak ada yang sempurna dan perlu di agung-agungkan
jika kalian tau, saya punya banyak dosa dan kekurangan
Berhentilah mendekat..
justru hal ini membuat saya banyak menangis
bahwa saya akan menjadi fitnah bagi kalian
bahwa nyatanya saya belum dapat menjaga izzah seorah muslimah
hingga kau..kau..kau..kau...kau..dan kau.....
menjadi tersepona oleh kilauan semu
yang nyatanya bukan apa dan siapa..
aku mohon berhenti dan menjauhlah..
jangan hiraukan apa yg saya lakukan terhadap kalian
tutup telinga jika saya pernah memuji
tutup mata jika saya pernah membuat anda terpesona
tutup hati jika saya pernah membuat anda ingin memiliki
tutuplah semua rasa, jika semua rasa itu belum halal kau utarakan.
Allah, maafkan aku dan hamba..hamba.. Mu
Sabtu, 25 Mei 2013
Kamis, 23 Mei 2013
Hidup, ini tentang hidup
Belakangan ini aku mengamati hidup yang belum aku mengerti. Ada pertanyaan sederhana yang menggelitik dikepala, tentang hidup apakah sebatas dilahirkan kedunia, belajar di sekolah, bermain bersama teman, menjadi dewasa, jatuh cinta, menikah, berkeluarga, menjadi tua dan kemudian mati? Apakah tentang rasa bahagia, sedih, kaya, miskin, seperti di film2 sinetron, korea, atau program reality show jika aku menjadi. Apakah tentang perjuangan? tentang orang yang biasa2 saja dan kemudian bisa sukses, mungkin juga mengenai cerita orang kaya yang tiba2 jatuh miskin.
sebenarnya hidup ini apa ya Allah?
sebenarnya hidup ini apa ya Allah?
apakah tentang masalah korupsi, bunuh diri, sakit hati, putus cinta, stres, banjir, tsunami, kekeringan, kelaparan, perang pemikiran, gaya hidup, sakit. Ah tidak, barangkali tentang dihormati, terkenal, hidup mapan, sukses, ambisi, cita2, impian, bisnis, karir, keluarga aman dan tentram, hidup santai uang melimpah, harta banyak, punya tanah dan rumah dimana-mana.
lalu apa, mengapa koran dan berita di TV membahas semua itu. Apakah inilah hidup yang sesungguhnya?
lalu apa, mengapa koran dan berita di TV membahas semua itu. Apakah inilah hidup yang sesungguhnya?
atau tentang girl band, boy band, passion, teknologi, gaul, cupu, cantik, jelek, ganteng, buruk rupa, gendut, langsing, tinggi, pendek, putih atau hitam.
Begitukah hidup? mengapa banyak orang mempermasalahkannya?
ada yang bilang, hidup itu masalah. Orang yang gak punya masalah katanya kagak hidup, (iya gitu, ?!)
Hidup itu bernafas? so pasti
Hidup itu bergerak? setuju
Hidup itu bernafas? so pasti
Hidup itu bergerak? setuju
tapi itu ciri2 hidup
lalu, hakikat hidup sesungguhnya apa?
Bukankah sudah benar-benar jelas mut, dalam al-quran tertulis.
- to be continue -
Selasa, 21 Mei 2013
Barangkali aku sedang menunggu taqdirNya
Ada
seperti gundah menelusup masuk ke dalam aliran darahku, alirannya berbeda tipis
dengan darah di pipa ketenangan. Pada labirin estafet pekejaan yang mengalir
deras, menuntut untuk bergerak tanpa membiarkan sang mpunya bermain-main dengan
dunianya.
Gundah itu membuat aliran darah sedikit beriak, letusan-letusan kecil
yang terjadi sebenarnya dapat terlihat meski begitu sering di sembunyikan. Ada semburat
kesedihan dan kehkawatiran, atas scedule dan taget-target yang telah dibuat se
idealis mungkin. Padahal aku tidak muluk, hanya ingin bertoga di akhir tahun
ini. Salahkah?
Kali ini
alam belum mendukung, Apa karena sebuah celotehan di awal kuliah yang aku
utarakan pada sang ayah? Membuat aku bertanya-tanya, banyak berpikir dan
beintrosfeksi. Padahal ini bukan hal yang jelek, dan aku pikir ini hanya
celotehan polos tanpa niatan yang jelas. Bisa jadi ini salah satu faktor yang
membuat jalan ceritanya sedikit berbeda. Tentunya jika pada saat itu
celotehanku di dengar oleh Allah, dan di amini oleh malaikat.
Namun melihat
kenyataan, tampak seperti akan jauh dari harapan. Argumen polos bahwa aku
memiliki someone in my live sebelum wisuda adalah scenario yang belum di acc Allah.
Atau justru karena belum, lantas Sang Sutradara menangguhkan kelulusanku. ?! Yang aku
inginkan semua mengalir, tanpa pompa jantung yang membuat darah kehidupan begitu kaget. Meski tidak bejalan beriringan, aku berharap semua tuntas di tahun
ini.
lagi-lagi aku tak bisa membohongi diri, ketenangan ini dengan perlahan mematikan syaraf2 penulisan skripsi. Hingga beberapa bagian menjadi keram, tak di aliri darah motivasi untuk penelitian. Aku terlalu lama menunggu kuota, tolonglah jangan buat aku sesak tak mampu bernafas karena menunggu.
Senin, 20 Mei 2013
sebuah perumpamaan :(
Aku tak mengerti, mengapa semut senang dengan yang manis? hinggap dan melahap semua makanan yang mengandung gula.
Aku belum paham mengapa semut tau tempat gula disembunyikan, hingga ia selalu berjuang untuk mendapatkannya meski melalui jalan terjal dan lorong-lorong sempit.
Apa karena hidup ?
Apa karena lapar ?
Atau karena keinginan dan ikut-ikutan gerombolan kawannya, yang terkadang tak sedikit dari mereka tertimbun dalam padang pasir gula di sebuah toples.
Sebuah perjuangan hidup yang belum aku pahami. Namun ketika aku menyadarinya aku sedikit mengerti, tak usah mewawancarai semut dan berbicara banyak padanya.
-to be continue-
Aku belum paham mengapa semut tau tempat gula disembunyikan, hingga ia selalu berjuang untuk mendapatkannya meski melalui jalan terjal dan lorong-lorong sempit.
Apa karena hidup ?
Apa karena lapar ?
Atau karena keinginan dan ikut-ikutan gerombolan kawannya, yang terkadang tak sedikit dari mereka tertimbun dalam padang pasir gula di sebuah toples.
Sebuah perjuangan hidup yang belum aku pahami. Namun ketika aku menyadarinya aku sedikit mengerti, tak usah mewawancarai semut dan berbicara banyak padanya.
-to be continue-
Senin, 06 Mei 2013
Untukmu dinda yang kini menunggu
Dinda, apa kabar kau kini?
Masih tetap bersemangatkah dengan rutinitas dan aktivitasmu ?
Tetaplah istiqamah untuk tetap menjaga hati
meski sampai saat ini, Allah belum mempercayai kita utk bertemu
Dinda,
aku tau kau masih menunggu
masih mencari dan berusaha bersabar
adakah kau kini lelah?
atau galau, hilang arah ?
Allah melihatmu,
maka jangan sedikitpun engkau risau tak menentu
tidak perlu resah memikirkan siapakah imammu
tidak usah galau menebak-nebak bagaimana rupaku
apa kau tidak mempercayaiNya?
tidakah engkau yakin bahwa Allah yg mengatur semua?
cukuplah engkau berdoa dan tidak terus menerus bertanya
tentangku yang masih tetap Allah rahasiakan namanya.
dinda,
taukah kau bahwa tidak ada jodoh yang tertukar?
tidak ada jodoh yang salah
semua telah Allah setting dengan baik
berita dari langit itu akan Allah bisikan
tapi tidak untuk saat ini...
tentunya di waktu yag tepat
disaat kau benar-benar siap
simaklah baik-baik nasihatku..
taukah dinda bahwa sabar itu indah...
sungguh indah,
jika sabar yang kau punya melukiskan jejak untuk mendekat padaNya
betapa indah,
jika sabar yang kau miliki adalah rintihan tahajud di malam panjangmu
mengadu rindu, merintih perih, menjerit sakit...
Dinda, dalam doa aku menjagamu
pintaku, berlindunglah dalam pundak kebesaran Allah
dalam kekokohan langit-langit cintaNya
karena sayang Allah tak akan luruh hanya karena fisik
cinta Allah tak akan pudar hanya karena materi
Ia akan menggembirakanmu ketika kau sedih
Ia akan menjagamu ketika kau takut
tinggalkanlah "sesuatu" untuk Allah
tapi jangan pernah meninggalkan Allah untuk sesuatu
karena dalam hidup ini "sesuatu" akan meninggalkanmu
tapi Allah akan selalu ada untukmu
~ mutia azahra
Masih tetap bersemangatkah dengan rutinitas dan aktivitasmu ?
Tetaplah istiqamah untuk tetap menjaga hati
meski sampai saat ini, Allah belum mempercayai kita utk bertemu
Dinda,
aku tau kau masih menunggu
masih mencari dan berusaha bersabar
adakah kau kini lelah?
atau galau, hilang arah ?
Allah melihatmu,
maka jangan sedikitpun engkau risau tak menentu
tidak perlu resah memikirkan siapakah imammu
tidak usah galau menebak-nebak bagaimana rupaku
apa kau tidak mempercayaiNya?
tidakah engkau yakin bahwa Allah yg mengatur semua?
cukuplah engkau berdoa dan tidak terus menerus bertanya
tentangku yang masih tetap Allah rahasiakan namanya.
dinda,
taukah kau bahwa tidak ada jodoh yang tertukar?
tidak ada jodoh yang salah
semua telah Allah setting dengan baik
berita dari langit itu akan Allah bisikan
tapi tidak untuk saat ini...
tentunya di waktu yag tepat
disaat kau benar-benar siap
simaklah baik-baik nasihatku..
taukah dinda bahwa sabar itu indah...
sungguh indah,
jika sabar yang kau punya melukiskan jejak untuk mendekat padaNya
betapa indah,
jika sabar yang kau miliki adalah rintihan tahajud di malam panjangmu
mengadu rindu, merintih perih, menjerit sakit...
Dinda, dalam doa aku menjagamu
pintaku, berlindunglah dalam pundak kebesaran Allah
dalam kekokohan langit-langit cintaNya
karena sayang Allah tak akan luruh hanya karena fisik
cinta Allah tak akan pudar hanya karena materi
Ia akan menggembirakanmu ketika kau sedih
Ia akan menjagamu ketika kau takut
tinggalkanlah "sesuatu" untuk Allah
tapi jangan pernah meninggalkan Allah untuk sesuatu
karena dalam hidup ini "sesuatu" akan meninggalkanmu
tapi Allah akan selalu ada untukmu
~ mutia azahra
Kamis, 04 April 2013
cukup, bukunya menyesakan BUNG!
Tak ada yang salah memang, tapi rasanyanya ingin menumpahkan semua kesalahan padanya. Seperti langit sore ini yang menangis, melihat aku kesal meredam marah. Masalahnya ini sangat-sangat telat, buku itu datang tepat 2 minggu sebelum semua plp ini berakhir. Gimana gak kesel coba, selama ini mut ngerjain itu kurikulum berdasarkan acuan yang diturunkan dari tujuan. Dan tiba2 harus berubah 180 derajat, acuannya di ganti pake kurikulum kerja nasional tentang animasi. Ini sama aja revisi kurikulum dari awal, (pengen nangis -_- ). Lebih nyebelinnya kenapa orang korelis di dunia ini suka keras kepala, begitu mudahnya menyuruh, begitu enaknya mengganti segala sesuatu.
CUKUP!
CUKUP!
Mut pasti bakalan nerima itu buku dengan senang hati, kalo waktunya gak mepet kaya gini. Ini sama aja nyuruh mut begadang, ini sama artinya menyuruh mut tinggal lebih lama disana (damn). Masih ada laporan plp hey, masih ada proposal skripsi bung, masih ada agenda open house tk om, masih banyak pekerjaan saya selain kurikulum kang. Haruskah itu buku datengnya saat ini?
KAMU BISA !
Hey, gampang banget bilang kaya gitu. Mut emang bisa, ini bukan rapuh. Ini bukan mengeluh, ini bukan ungkapan ketidak sanggupan. INI HANYA UNGKAPAN KEKESALAN ! jujur mut kecewa berat !
KAMU BISA !
Hey, gampang banget bilang kaya gitu. Mut emang bisa, ini bukan rapuh. Ini bukan mengeluh, ini bukan ungkapan ketidak sanggupan. INI HANYA UNGKAPAN KEKESALAN ! jujur mut kecewa berat !
SEMANGAT MUT !
Hmm, mut gak perlu disemangati. Kalo gk semangat dari kemaren2 juga semua itu gkn mut kerjain. Cukup untuk hari ini aja anda bikin saya gk semangat tingkat dewa. Cukup untuk hari ini saja anda bikin saya kesal, dan tolong cukup untuk hari ini saja anda membuat saya meredam marah.
MAAF MUT
Perlu ya minta maaf? Bukankah anda bilang gak ada yang salah? #aaaaghhh....
terimakasih yang terhormat, bukunya sangat menyesakan :')
Rabu, 03 April 2013
Mungkin Karena Kita....
Mungkin
karena kita masih tetap di sini, di balik selimut yang hangat serta
bantal kepala yang empuk untuk ditiduri, kita masih pulas di sana, dalam
buaian mimpi yang terus menjejali, juga kelelahan-kelelahan yang sering
terjadi karena memang kita meng-alpa-i diri. Kita memang masih di sini,
di tumpukan kemalasan sedang matahari sudah mulai terbit dari timur,
sedang embun pagi mulai membasahi bumi yang dingin, di subuh yang
semakin beku ini, kita telah lupa satu hal, bahwa ada kenikmatan lain
yang telah kita lalaikan bersama. Ada kesyukuran yang terlambat untuk
terucap, sedang pagi sudah mulai datang dan meninggalkan subuh, sedang
langit sudah mulai terang menyinari.
Mungkin
karena kita masih enggan untuk jujur pada diri, pada tiap keringat yang
berpeluh dalam hari. Pada penggal-penggal hati yang semakin hari terus
saja terkotori, pada tiap perkataan yang senantiasa tak lebih dari
prasasti yang tak berarti. Kita memang telah sering membohongi diri,
atau mungkin kita sendiri yang tak sadar telah membohongi diri ?
kebohongan pada hati, bahwa sejatinya ia sedang goyah karena tak bisa
memiliki fitrahnya, fitrahnya yang cenderung tenang ketika Allah di
sana, fitrahnya yang selalu damai ketika cinta yang menyala itu hanya
untuk Allah, fitrahnya yang bening, bahwa dekapan ukhuwah itu akan
terasa ketika iman melekat kepadanya. Kita telah lupa dan membohongi
diri sendiri, bahwa sebelum kita lahir di dunia ini, Allah telah
mengambil janji dari diri kita agar tak sering mengingkari apa yang akan
diperintahkan-Nya.
Mungkin
karena kita masih sering malas untuk berbenah. Berbenah atas
amalan-amalan kita yang sering bolong, berbenah atas niat-niat hari yang
tak sebening pagi, berbenah untuk langkah-langkah kaki yang tak lagi
lurus pada jalan yang abadi, berbenah untuk sujud penghambaan yang
semakin hari semakin terasa hambar di hati, berbenah untuk istiqamah
yang masih jauh dari dalam diri, berbenah untuk sebuah tadhiyah
(pengorbanan) yang masih payah bersama jalan ini, berbenah untuk setiap
waktu kita yang habis dengan perkara dunia yang sempit lagi tak punya
arti. Kita memang sering malas untuk berubah, namun terlalu rajin untuk
mengejar bahagia di dunia, sedang akhirat adalah negeri abadi yang bisa
jadi indah atau buruk bagi diri.Mungkin karena kita masih sering
memiliki banyak alasan. Alasan untuk melambatkan waktu shalat kita,
alasan untuk tak lagi menyempurnakan yang wajib dengan rawatib kita,
alasan untuk tak lagi berlama-lama dzikir bersama Allah setelah lelah
dalam hari, alasan untuk tak punya waktu di pagi hari, sedang Dhuha
sudah mulai mengintip-i bumi, alasan untuk tiap kemalasan kita di malam
hari, alasan untuk tak lagi segera melakukan kebaikan-kebaikan bagi
orang lain, kita punya banyak sekali alasan untuk membenar-i, padahal
sejatinya ia hanyalah cara agar kita punya jawaban yang pasti pada setan
yang menjejali, bahwa paling tidak, ia telah mampu menyesati.
Kita
memang terlalu banyak beralasan, hingga tak lagi punya jawaban untuk
tiap masalah yang menimpa diri. Kalau sudah begini, apakah kita akan
berani menentang Allah jika DIA-pun PUNYA ALASAN yang pasti untuk
menghukumi kita ? sedang bagi DIA, diri ini hanyalah kecil tak
berarti.Mungkin karena kita masih tetap di sini, pada titik awal yang
selalu stagnan untuk sebuah PERUBAHAN AKHIRAT, pada kata ENGGAN yang
selalu mengajari diri agar menghentikan langkah yang benar-benar
menguati, pada rasa MALAS yang lebih sering datang menghampiri, apalagi
ketika suara-suara pengingat dari Allah mulai tiba dan kita dengari,
juga pada BANYAKNYA ALASAN yang kita cipta sendiri.
Semuanya..
adalah sedikit dari banyak cara untuk mampu menohok diri kita. Bahwa
“Mungkin KARENA kita memang telah pergi meninggalkan kampung akhirat..
kita telah lupa padanya, dan bersorak-sorak menikmati dunia yang semakin
sempit dan menyesakkan.. ““Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang
lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka
sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyr : 19)
Langganan:
Postingan (Atom)