Minggu, 12 Januari 2014

Great Mother

Bismillah, ini adalah catatan akhir tahun.
Catatan lepasku dipenghujung masehi 2013

Kawan, kau tak pernah tau akan terlahir kedunia menjadi wanita bukan?. Begitupun sama dengan pria, mereka tidak pernah meminta sebelumnya untuk di jadikan laki-laki. Allah sebaik-baik pencipta dan hakim yang bijaksana. Perjalanan ikhtiar menuju lulus ini ternyata menjadikan saya belajar meneliti dan memaknai hidup untuk lebih bijaksana. Karena selama perjalanan, ternyata saya justru banyak bergaul dengan banyak ibu-ibu. Bertukar pikiran dan belajar dari kisah hidup mereka. Akhir-akhir ini saya menyadari sesuatu, wanita hebat bukan dari karier mereka yang selangit. Justru dari kegigihan mereka mendidik anak-anaknya menjadi luar biasa. Saya jadi paham mengapa beberapa teman sebaya saya bercita-cita hanya menjadi ibu rumah tangga. Terdengar seperti klise atau lelucon, tapi disana terdapat niatan tulus yang mungkin baru saya temukan akhir-akhir ini.

Sebagai orang yang bergerak dalam pendidikan, saya menjadi sedikit melek terhadap peran ibu dan perkembangan anak. Hihi terdengar aneh tapi ternyata itulah yang musti saya hadapi akhir-akhir ini. Bergaul dengan ibu yang memiliki anak pendiem, pemalu, sampe dengan anak yang kagak bisa diem kaki-tangan dan mulutnya adalah tantangan yang luar biasa. Latar belakang anak yang berbeda-beda menjadi pelangi dikelas kehidupan saya, dari mulai  anak yang ortunya super sibuk, broken home, sampe dengan seorang anak yang mengaku orang tuanya adalah preman.

Hal ini membuat saya paham, bahwa jadi ibu itu HARUS HEBAT. Gak bisa asal mendidik, ga boleh asal suruh atau marah. Ingatlah bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Klo seorang ibu tidak siap, ia akan terjebak dengan pola asuh orang tuanya zaman dulu (mengasuh dengan pola turun temurun). Padahal tidak semua anak bisa diperlakukan dengan pola asuh yang sama. Intinya - seorang ibu memang kudu cerdas kawan ! Hasil dari sebuah penelitian menyebutkan,

masa kanak-kanak merupakan gambaran manusia sebagai manusia. Perilaku yg berkelainan pada masa dewasa dapat dideteksi pada masa kanak-kanak.

Coba kita renungkan, akhir zaman ini banyak sekali orang dewasa yang 'luar biasa'. Akhlaknya amburadul, imannya wallohu'alam, agamanya tanda tanya, sifat dan karakternya innalillahi. Perampokan, penculikan, pemerkosaan, pembunuhan, tawuran, korupsi, dan segala bentuk kejahatan lainnya tentu dilatar belakangi oleh faktor x. Salah satu faktor x itu adalah keluarga, why? karena kelakuan anak yang menyimpang seharusnya bisa di atasi sejak dini oleh keluarga. Itulah mengapa anak perlu pondasi  agama & akhlak yang kuat sejak dini. Agar sifat dan karakter nya mengakar tidak terbawa arus zaman. Disini peran orang tua sangat berpengaruh, anak di usia dini masih harus di ingatkan tentang sebab-akibat, benar-salah. Rata-rata di usia dini, anak senang dengan barang yang bukan miliknya, berbohong karena takut dimarahi, dan berkelakuan semaunya karena rasa ingin tahunya yang tinggi. Bila sejak dini dibiarkan ? apa jadinya bangsa ini?

Oleh karena itu pernikahan bukanlah soal yang bisa kita anggap sederhana, karena dibalik semua itu ada sebuah tanggung jawab yang tidak bisa di kesampingkan. Masalahnya untuk menjadi orang tua yang hebat tidak ada sekolahnya, sehingga banyak orangtua yang mendidik hanya berdasarkan pengalaman hidupnya. Di lingkungan keluarga, interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat tanpa kita sadari. Saat orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerjasama dengan anak-anaknya. Saat seperti itu banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga besar sekali kemungkinan terjadi kesalahan-kesalah mendidik.

Wah, banyak sekali sebenarnya yang ingin saya bahas disini. Sebagai oleh-oleh akhir tahun, saya berikan info penting untuk teman2, kaka, bibi, tante, calon ibu, atau ibu2 muda. Boleh di catat, disebarkan dan tentunya diamalkan. Berikut ini adalah catatan seorang psikolog anak, laksmi adhiyani setiawan s.psi, saya dapat ini dari teman.

Ada 13 permintaan anak, yang mungkin tidak pernah mereka ucapkan :

  • Cintailah aku sepenuh hatimu
  • Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku
  • Cobalah mengerti aku dan cara belajarku
  • Jangan marahi aku didepan orang banyak
  • Jangan bandingkan aku dengan kakak atau adik ku
  • Bapak ibu jangan lupa aku adalah photocopy mu
  • Kian hari umur ku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil
  • Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku
  • Jangan ungkit – ungkit kesalahan ku
  • Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah
  • Aku adalah ladang pahala bagimu
  • Jangan memarahi aku dengan perkataan – perkataan yang buruk, bukanlah apa yang keluar dari mulut mu adalah do’a bagiku?
  • Jangan melaranngku hanya dengan kata “jangan”  tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan hal tersebut

Ups, tanpa sadar ternyata note ini cukup panjang.
Terimakasih telah meluangkan waktunya untuk membaca, semoga bermanfaat.

Bukan menggurui, mari kita sama-sama belajar.
LET's BECOME  a GREAT MOTHER !

Senin, 30 Desember 2013

Berat...

jika nafasmu terasa berat karena masalah, maka bukalah matamu.Lihat, amati dan pelajari sekitarmu, kau akan tau bahwa masalahmu begitu kecil (mutia azahra)
kau tidak akan pernah bisa mensyukuri hidup, jika mata hatimu begitu buta terhadap sekitarnya, jika telinga begitu tuli untuk sekedar empati (mutia azahra)

Minggu, 29 Desember 2013

tentang pembimbing skripsi...


Aku ingin terbang, melepas penat semua ini. Tapi tidak bisa, aku diminta berkawan dengannya menyelesaikan semua secara baik-baik.

Dear, pembimbing skripsiku.
Sekalipun aku ingin lulus. Aku tak akan memintamu untuk cepat-cepat meluluskan aku. Aku tidak akan memaksamu meng ACC skripsiku agar aku cepat-cepat sidang. Aku tak akan membebanimu dengan egoku.

pembimbing yang baik, aku hanya meminta tanggung jawabmu membimbingku. Meluruskan jika salah, memberikan saran dan memberitahu apa yang sebenarnya harus aku kerjakan.Karena niat aku lulus bukan untukmu dan bukan karenamu. Aku hanya meminta kebaikan Alloh lewat dirimu. Maka, izinkan aku memaksimalkan ikhtiarku, berusaha dengan kemampuanku. Mencoba luruh seperti hujan, seperti daun yang jatuh, seperti aktor yang menuruti titah sutradaranya.

Biarkanlah Alloh yang memberikn gelar untukku, karena sungguh rintihku dalam hening untukNya lebih membuatku tentram. Ia Sang Maha Bijaksana yang menentukan apa-apa yg akan terjadi padaku...

dan oh dear, siapapun itu.
Berhentilah bertanya kapan aku lulus, kapan aku sidang, kapan aku wisuda. Coba tanyakan saja pada Alloh, sungguh aku belum tahu kapan. Aku masih berdoa dan berusaha, semua ada proses dan waktunya bukan? 

dan satu hal lagi, jangan bebani aku dengan masa depan yg belum pasti. Tentang mimpi-mimpi, rencana dan banyak hal lainnya yang masih rahasia. Biarkan aku menikmati perjuangan skripsiku, menikmati? ya, tentu saja dinikmati. Sungguh, lelah berjuang itu lebih nikmat daripada lelah fisik dan hati karena menganggur.

Jumat, 06 Desember 2013

Untuk Desember : Hena and HotCoffe

Bisakah kau bercerai dari ingatanku
mengubur jejak masalalu
menyapu bersih debu fatamorgana
yang indahnya hanyalah tipuan
yang kilaunya hanyalah bias


kita tidak hidup dimasa lalu
tidak bergerak dalam sejarah
kau ada dan tercipta
untuk menjadi ornamen
dalam gerak, yang aku cari ujungnya

Senin, 25 November 2013

pintaku padaNya

aku tak kuasa untuk meminta
memilih mu untuk menjadi kawan hidupku
menanti dan berharap seperti
menunggu reda hujan dibalik jendela
membisikan pada angin bahwa aku menunggu mu

siapa yang peduli?
bahkan angin tak tau pada siapa pesan dituju
maka biarkan rintik hujan menemaniku
membawakan butiran tasbih, dari langit cinta-Nya
mengirimkan pelangi dan mentari yang malu-malu untuk bertemu

aku belum pandai memantaskan diri
menjadi nahkoda di samudera hatimu
berlayar dan mengarungi ganasnya ombak
di laut kehidupan milik-Nya
yang terkadang tak bersahabat

maka aku hanya berharap
Tuhan pilih aku untuk mu
memantaskan aku, menyatukan kita
jika tidak, bisakah pilihkan untukku
samudera hati yang menentramkan?
agar  reda hujan yang ku tunggu
adalah rumah cahaya tempatku berlabuh

---------------------------------------------
Ditulis dengan harapan kebaikan...

Rabu, 20 November 2013

PHOTO ?!

Ada beberapa kawan, yang mungkin sangat perhatian sekali terhadap saya. Dan seharusnya saya berikan ia piala atau penghargaan untuk hal tersebut. Beberapa kawan baik laki-laki atau perempuan itu mempertanyakan kenapa saya tidak memajang foto sendiri di halaman fesbuk saya. Saya pengen banget senyum gak tau kenapa, klo ada yang nanya seperti itu. Rasanya perhatian bener, sampe2 tau kalo foto saya jarang/gak pernah terlihat eksis di media jejaring tersebut. Padahal aslinya saya senang di foto dan hunting foto.

Sebenernya ini bukan karena gak pede, bukan karena gak mau, bukan karena saya seorang akhwat atau apapun itu. Tapi karena masalah hati, #huek mulai terasa lebay-red. Ya memang begitu, hati saya gak tentram mana kala ratusan orang memandangi foto saya yang barang kali tengah tersenyum atau narsis itu. Memang gak masalah klo orang yang mandanginnya biasa2 aja, gak peduli dan merasa tidak berkepentingan. Tapi rasanya resah aja, kalo dari seratus orang itu, satu orangnya tersepona, atau justru menganggap spesial foto saya itu. Ah bilang apa ntar saya sama Allah klo kejadiannya seperti ini? Innalillahi. itu adalah point satu. Point yang kedua adalah, saya mahal. Eiiits sombong bener ya. Maaf-maaf, bercanda tapi ada benernya juga ya, mungkin lebih tepatnya karena saya tidak mau mengobral wajah yang pas-pasan ini untuk orang yang baru kenal kemarin sore. #o'oW. Tapi memang begitu, karena wanita adalah fitnah bagi laki-laki, jadi sejatinya saya sedang mawas diri.(banyaknya penduduk neraka itu perempuan kawand)

Point yang ketiga, saya tidak haus pujian cantik, geulis, beautiful dan apapun itu. Justru terkadang saya malu dikatakan begitu, karena apa yg dilihat mungkin tak secantik akhlak atau hatinya. Malahan ada orang yang pernah saya tegur, karena dia bilang saya cantik. Agh, pujian hanya akan membuat kita tinggi hati, padahal manusia tak berhak memiliki baju kebesaran Allah itu. Kecantikan akan pudar termakan waktu, Allah Maha berkuasa, bahkan ia bisa membuat buruk rupa orang yang mempesona sekalipun. Point ke empat takut pembohongan publik, suatu ketika saya pernah secara tidak sengaja mendengar perbincangan anak remaja perempuan di angkot. Anak itu bilang, eh dia itu yang nama FB nya zzzzt kan? iya, kenapa gitu kata temannya. Ih kok aneh ya, di FB mah putih, cantik, bersih, naha aslinya mah beda banget. Pembicaraan singkat itu membuat saya termenung, ya Alloh jangan2 selama ini saya ingin terlihat luar biasa, di depan orang. Padahal aslinya mah hitam, legam, tak ada yang bisa dibanggakan. Dan saat itu saya bergumam, saya memang tidak cocok untuk difoto. Lebih oke lihat lansung daripada photo, karena nyatanya sy bukan photojenik. hahaha....

Sabtu, 02 November 2013

Keimanan

Munsyid : Haris Syafik
-------------------------------

Andai matahari di tangan kananku
Takkan mampu mengubah yakinku
Terpatri dan takkan terbeli dalam lubuk hati
Bilakah rembulan di tangan kiriku
Takkan sanggup mengganti imanku
Jiwa dan raga ini apapun adanya

Andaikan seribu siksaan
terus melambai-lambaikan derita yang mendalam
Seujung rambut pun aku takkan bimbang
jalan ini yang kutempuh

Bilakah ajal kan menjelang
jemput rindu-rindu Syahid yang penuh kenikmatan
Cintaku hanya untukMu
tetapkan muslimku selalu